26/01/11
Nada Cinta (Episode 3)
Nada Cinta (Episode 2)
Esoknya…
18/01/11
Nada Cinta Eps. 1
01/12/10
Lunatic, Haha Hihi Bareng Luna 2-3 Kali Setahun

Luna Maya mendapat kejutan dari ultah dari Lunatic. (Foto-foto: Indra K/BI & dok.Lunatic)
Yap, Luna balik lagi ke layar kaca. Dia kelihatan penuh semangat hari itu. Belasan Lunatic datang untuk memberi support. Mereka berbaur di antara puluhan penonton yang juga kelihatan antusias.
Memasuki usia dua tahun komunitas Lunatic, bersamaan dengan sidang perdana Ariel tanggal 22 November 2010, Lunatic tak pernah berhenti memberi semangat dan support kepada Luna. Sesuai moto mereka: “Lunatic ada karena Luna Maya dan akan selalu ada untuk Luna Maya”.
pendar bahagia terpancar dari mata Ayeng. Dia datang jauh-jauh dari Manado ke Jakarta hanya untuk melihat Luna dari dekat. Tak berapa lama, 13 Lunatic lainnya datang. Di Studio Penta, mereka kompak mengenakan kaos putih bertuliskan “Lunatic”. Tentu saja ada yang mengoordinasi. Namanya Chairani Chairul atau Chai, Ketua Lunatic. Satu per satu anggota Lunatic masuk studio dengan tertib. Begitu yang ditunggu-tunggu menyusul masuk, sontak disambut tepuk tangan, disusul teriakan memanggil-manggil namanya. Break acara, digunakan untuk berinteraksi dengan Luna. Betapa kagetnya Luna, melihat belasan Lunatic di acara itu.

Kumpul bareng sang pujaan.
Ayeng tampak lega setelah bertemu Luna. Dia senang dan bangga bisa melihat Luna tegar. Padahal badai masalah tak henti-henti menerpa. Yang bikin kami geleng-geleng kepala, selesai bertemu Luna, dia melanjutkan perjalanannya ke Bandung untuk memberi support juga kepada Ariel. Berarti pulang ke Manado, bisa punya banyak cerita. Di Manado, menurut Ayeng, penggemar Luna lumayan banyak. “Ya Allah, senangnya enggak terhingga. Sampai enggak bisa tidur semalaman, terbayang terus wajah Kak Luna. Berasa masih mimpi bisa bertemu Luna. Soalnya dia, kan artis besar,” ungkap Ayeng bangga. Lunatic datang ke acara Dahsyat. 
Ini sudah kesekian kali Lunatic mendukung Luna. Hal yang sama juga dilakukan saat Luna mendapat masalah terkait beredarnya video mesum. Tidak ada satu pun Lunatic yang mundur. Lunatic tetap setia. Malah hari demi hari anggota Lunatic bertambah. Entah di Facebook, Twitter, atau blog Lunatic Community. “Aku tahu Luna itu baik. Ketika dia tertimpa kasus seperti ini, kami ikut sedih. Orang banyak yang menghujat, memberi komen negatif lewat Facebook dan Twitter Lunatic,” ungkap Annisa, salah satu koordinator Lunatic yang berdomisili di Bandung.
Anggota Lunatic sudah telanjur sayang dengan Luna. Bukannya tidak peduli atau masa bodoh. “Kalau benar di video itu mereka, ya saya juga enggak mungkin ikut-ikutan. Saya juga mengerti, mana yang salah dan mana enggak,” kata Annisa. Dia mengibaratkan, hubungan persahabatan. Di saat sang sahabat kena musibah, tidak mungkin kita meninggalkan begitu saja. “Sekalipun sahabat kita salah, kita harus tetap merangkul,” tukas dia, kemudian berkata yakin, keran rezeki Luna di dunia hiburan tidak akan berhenti mengalir. “Apalagi dia punya bakat, potensi, dan pekerja keras. Dia juga kuat banget, mau kena badai sekeras apa, tetap tegar.” Hal-hal positif dalam diri Luna inilah yang dijadikan motivasi dan inspirasi. Lunatic memegang semboyan "Lunatic ada karena Luna Maya, dan akan selalu ada untuk Luna Maya."
Terbentuk pada 22 November 2008, hingga kini anggota resmi Lunatic mencapai tiga ribu orang yang. tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai luar negeri. Seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei. “Awal bertemu itu di blog Kak Luna. Sering ngobrol antarpengunjung blog. Akhirnya, kami sepakat buat bertemu di 7sins, kafe Kak Luna. Enggak sengaja malam itu bertemu Mbak Vita (manajer Luna) dan Kak Luna. Terus kami mengajukan ide buat bikin Lunatic dan mereka setuju. Akhirnya diresmikan deh Lunatic. Enggak ada syukuran khusus kok,” Chai menceritakan cikal bakal terbentuknya Lunatic. Anggota awal Lunatic hanya tujuh orang.
Luna keberatan jika wadah untuk penggemarnya menggunakan kata “lovers” di belakangnya. “Awalnya kami punya beberapa nama. Nah, Kak Luna bilang enggak mau pakai nama lovers. Akhirnya kami pilih Lunatic, terinspirasi kegilaan Kak Luna di Dahsyat dulu, hehehe,” terang Chai. Dari situ Lunatic dan Luna mulai mengakrabkan diri. “Kak Luna yang mempertemukan kami, dan kami sepakat bikin moto ‘Lunatic ada karena Luna Maya dan akan selalu ada untuk Luna Maya’,” tutur Chai. Nonton bareng film Bride Wars, dilanjutkan makan-makan, jadi kegiatan pertama Lunatic dengan Luna. Betapa senangnya Lunatic.
Di sisi lain, mereka jadi melihat seorang figur publik dari kacamata berbeda. Luna dinilai Lunatic sosok artis yang baik, apa adanya, dan yang bikin mereka angkat topi, tidak jaim. “First impression waktu pertama bertemu, ramah banget. Setelah kenal, dia sangat menghargai kami sebagai fans. Perhatian banget. Di blog dia suka menyapa dan menjawab pertanyaan kami,” Chai mengatakan. Apa yang istimewa dari Lunatic? Kekompakan dan kebersamaan, begitu kata Chai. “Enggak ada syarat khusus masuk Lunatic. Yang penting sayang sama Kak Luna dan enggak ada perploncoan. Iuran awalnya 100 ribu rupiah. Buat kas. Kalau kami mau bikin acara kecil-kecilan, pakai uang dari situ. Dapatnya kaus dan ID card,” Chai menjelaskan persyaratan jadi anggota Lunatic.
Tidak jarang Luna mengajak mereka kumpul untuk makan-makan atau sekadar haha hihi. “Kalau kumpul sama teman-teman Lunatic rutin sebulan sekali. Tapi kalau kumpul sama Kak Luna, sekali-kali saja. Setahun 2-3 kali. Sisanya tergantung Kak Luna lagi tampil di mana. Biasanya kami datang. Kak Luna bilang: Senang banget, tapi malu. Aku, kan bukan siapa-siapa, sama saja kayak yang lain,” kata Chai, menirukan ucapan artis asal Bali itu. Saking baiknya, Luna sering memberi subsidi kepada Lunatic. “Dia kasih dalam jumlah besar buat semua. Katanya buat kami makan-makan atau jalan-jalan. Dia enggak tega lihat kami kejar-kejar dia ke sana kemari. Malah pernah kami mau pesankan apartemen buat menginap di Jakarta. Tapi kami tolak.”
Anggota Lunatic kebanyakan cewek, Chai memperkirakan sekitar 75 persen. Mungkin kegiatan Lunatic lebih terpusat di Bandung dan Jakarta. Tapi jangan khawatir dulu buat Lunatic di luar kota. “Pas Kak Luna ada acara di kota tertentu, kami hubungi koordinator di kota itu. Biasanya ada acara kumpul-kumpul sama kak Luna,” beri tahu Chai. Tahu bagusnya Luna, Lunatic tahu pula kurangnya Luna. “Dia itu moody. Kalau lagi bete, enggak bisa disembunyikan. Di depan anak-anak pun jutek,” kata Chai maklum.
Narasumber : Tabloid Bintang Indonesia Edisi 1.018 Tahun XX minggu ke 4 november 2010
30/11/10
Cuplikan Sinetron Nada Cinta
Faris adalah anak orang kaya raya dan terpandang yang sedang menjalin hubungan dengan Luna, seorang guru musik dari keluarga biasa. Hubungan ini ditentang oleh Tirta, ayahnya. Faris dipisahkan dan dipaksa menikah dengan Nia. Sementara itu Luna ternyata hamil dan melahirkan anak perempuan yang kemudian diculik oleh adik Nia dan dibuang di panti asuhan.
Enam belas tahun kemudian, Nadilla, anak perempuan yang dulu dibuang oleh adik Nia, kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik dan sangat mencintai musik. Nadilla selalu dibayang-bayangi keinginan untuk segera bertemu orang tuanya yang entah ada di mana. Nadilla nekat kabur ke Jakarta.
Ketika tiba di Jakarta Nadilla nyaris saja tertabrak mobil tapi berhasil diselamatkan oleh Luna. Sayangnya pertemuan anak dan ibu ini tidak membuat mereka saling dekat.
Nadilla kini bergabung dengan pengamen jalanan. Lalu Nadilla dan teman-temannya membangun sebuah warung di depan sekolah mewah, di mana Luna ternyata mengajar musik di sini.
Nadilla kembali bertemu dengan Luna. Ketertarikan yang sama terhadap musik perlahan-lahan membuat mereka semakin dekat. Sementara itu Ricky, siswa favorit di sekolahan ini, terpesona dengan kemampuan menyanyi Nadilla. Hal ini membuat Rasty, pacar Ricky, menjadi cemburu dan ingin menghancurkan Nadilla. Rasty selalu berusaha menyingkirkan Nadilla.
Kemudian diketahui bahwa Rasty ternyata adalah anak Faris dari Nia. Akankah Rasty dan Nadilla memperebutkan cinta Ricky seperti kedua orang tua mereka dulu? Atau akankah ini membuat Faris kembali kepada Luna??










