WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM
Image and video hosting by TinyPic

26/01/11

Nada Cinta (Episode 3)

Rina memasuki ruang kepsek, namun ternya diruangan tersebut sepi. Nia dan Jerry telah pergi meninggalkan ruangan dengan diam-diam.
Nia begitu geram dan gelisa dengan hal yang terjadi saat itu. Kali ini dirinya terjebak dalam masalah dengan masa lalunya. Banyak yang ia takutkan nantinya akan terjadi. Bagaimana jika nanti Rina kembali bertemu Faris, karena posisi Rina saat ini adalah guru music di sekolah yang dimiliki Faris. Lalu bagaimana kalau Faris tahu dirinya mempunyai anak dari Rina? Nia takut nanti Faris bisa simpatik dan jatuh cinta lagi dengan Rina. Tak hanya itu, bagaimana juga kalau Faris tahu bahwa anak Rina telah diculuk? Semua pasti akan berantakan. Dan ternyata tiba-tiba Faris masuk ke dalam rumah. Namun beruntung bagi Nia, karena ternyata Faris tidak mendengar sedikitpun pembicaraan Nia dan Jerry.
Disekolah, Rasty tengah bahagia karena dia mengira kalau Nada telah pergi dari sekolah itu, namun ternyata dirinya salah, ternyata Nada masih ada di sekolah itu. Rasty pun menjadi geram. Segera ia menelfon Mamanya untuk membicarakan soal Nada, karena sebelumnya Mamanya berjanji akan menyingkirkan Nada, namun gagal karena ia tak mungkin berbicara dengan Rina. Kali ini tak hanya Rasty yang ingim menyingkirkan seseorang, namun Mamanya juga yang akan menyingkirkan Rina.
Dengan berkeliarannya Nada di SMU Tunas Bangsa membuat Rasty terus gelisah, sampai saat latihan cheers pun ia tak dapat konsentrasi hingga ia mendapatkan teguran dari Bu Susan. Rasty akhirnya mempunyai ide untuk ngerjain Nada.
Nada berjalan didepan ruang information. Lalu ia bertemu dengan Sandra (yang ternyata salah satu teman Rasty). Sandra berkenalan dengan Nada. Sandra pun berpura-pura baik dan memuji suara Nada. Lalu Sandra membawa Nada ke ruang information. Didalam, Sandra meminta Nada untuk bernyanyi didepan microphone. Sandra berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan membantu Nada menjadi seorang penyanyi, agar Nada cepat bertemu dengan Ibunya. Sandra mengaku mempunya teman seorang produser rekaman, jadi Nada diminta menyanyi saat itu untuk direman yang nanti rekamannya akan Sandra berikan pada produser. Dengan mudah, Nada tertipu dengan bualan Sandra. Saat rencana awal berhasil, Sandra mengirim pesan singkat pada Rasty. Setelah mendapat sms dari Sandra, Rasty yang berada dikelas pun izin pada guru untuk ke toilet.
Nada pun bernyanyi, sedangkan Sandra izin keluar dengan alasan untuk menelfon temannya. Disaat itu, Rasty dan kawan-kawan menuju sebuah ruangan yang didalamnya ada alat untuk mensetting suara yang berasal dari microphone Nada. Disaat itulah rencana besar Rasty, dkk untuk menjahili Nada dimulai. Mereka mengacaukan semua setting-an music yang ada dan membuat suara Nada menjadi hancur berantakan setelah didengar oleh seluruh orang yang berada di sekolah. Semua siswa tertawa mendengar suara yang tiba-tiba terdengar itu. Suasana belajar yang awalnya tenang menjadi gaduh. Bu Rina yang tengah bicara dengan Pak Rajasa dan Bu Susan pun terkejut mendengar Nada bernyanyi dengan tak karuan.
Nada tak merasa ada hal apa-apa, namun tiba-tiba seluruh murid, Bu Rina, Pak Rajasa dan Bu Susan masuk. Semua murid mentertawakan Nada, termasuk Rasty dan teman-temannya. Nada bingung dengan hal yang terjadi saat itu. Pak Rajasa marah karena hal yang telah Nada lakukan. Bu Rina tak percaya Nada bisa melakukan itu, ia yakin Nada tak melakukan itu sendirian, pasti ada yang menjahilinya. Bu Rina pun meminta Nada menunjuk anak yang telah menjahilinya. Nada tak perlu takut, karena Bu Rina akan melindunginya. Nada terdiam beberapa saat. Ia memandang Sandra dan Rasty. Namun saat itu, ternyata Sandra tengah merangkul Ricky. Setelah lama terdiam, Nada pun mengatakan bahwa tak ada yang menyuruhnya bernyanyi, itu keinginan dia sendiri. Setelah itu Nada segera pergi karena malu. Namun Bu Rina tahu, Nada pasti berbohong, Nada memang berhati besar, kata Bu Rina dalam hatinya.
Ricky pun segera berlari mengejar Nada yang menangis. Nada rasa, Ricky tak perlu berpura-pura bersedih dihadapannya, karena Nada tahu, saat tadi semua murid mentertawakan Nada, Ricky pasti ikut mentertawakan Nada juga. Padahal saat itu Ricky tak tahu apa-apa. Satu yang Nada sesalkan, mengapa ia harus menerima tawaran Ricky untuk kembali ke sekolah dan bernyanyi. Karena saat ini, Nada hanya menjadi bahan tertawaan anak satu sekolahan.
Kali ini Bu Susan tertawa bahagia, karena ia semakin yakin bahwa Nada tak akan mungkin bisa masuk SMU Tunas Bangsa setelah apa yang telah ia lakukan tadi. Dan karena satu alasan lagi, ada pengumuman bahwa syarat untuk mengikuti audisi menyanyi adalah harus duet. Penyanyi putrid saja Bu Rina tak punya, apalagi penyanyi cowok. Dengan begitu, mimpi Bu Rina akan hangus.
Rasty dan teman-temannya sedang tertawa puas karena sukses mempermalukan Nada didepan orang satu sekolah. Rasty begitu puas melihat Nada menjadi bahan ledekan, dengan begitu Nada tak akan mungkin bisa masuk SMU Tunas Bangsa. Dan tanpa Rasty sadari, dibelakangnya telah berdiri Ricky. Ricky telah mendengar semua pembicaraan Rasty, dkk. Ricky mengatakan hal yang mengejutkan, ia menyesal bisa dekat dengan Rasty. Rasty mencoba untuk menjelaskan semuanya. Rasty berkata bahwa ia menjahili Nada awalnya hanya keisengannya. Dia tak menyangka akhirnya bisa seperti ini. Rasty sungguh-sungguh ingin minta maaf pada Ricky. Ricky akan memaafkan Rasty, namun Rasty harus melakukan sesuatu.
Diruang kepala sekolah…
Bu Rina dan Nada mendatangi ruangan Pak Rajasa untuk meinta maaf. Bu Rina memohon agar kejadian tadi tak akan mempengaruhi hasil untuk mnyeleksi Nada masuk di SMU Tunas Bangsa. Namun Bu Rina salah, Pak Rajasa marah besar. Ia tak bisa mentolerir atas kejadian yang dilakukan Nada tadi. Pak Rajasa menyayangkan atas hal yang dilakukan Nada, seharusnya Nada bisa berbenah diri. Pak Rajasa tak akan tahu apa yang akan dilakukan Nada esoknya, karena sebelum keputusan yayasan Nada bisa masuk sekolah atau tidak saja, Nada sudah berulah. Bu Rina tetap keukeuh denga alasan bahwa hal yang terjadi tadi tidak pure Nada lakukan sendirian, pasti ada yang menyuruh Nada. Pak Rajasa tak bisa percaya itu, karena buktinya tak ada dan Nada pun telah mengakui ia melakukan sendirian. Bu Rina menjelaskan, kalaupun memang Nada melakukan itu sendiri, Nada telah berjiwa besar karena telah mengaku, seharusnya Nada bisa dihargai. Beberapa saat kemudia, Ricky datang bersama Rasty. Rasty pun menjelaskan semuanya. Ia mengakui bahwa ia yang telah menjahili Nada yang awalnya hanya iseng. Rasty pun meminta maaf pada Nada atas kesalahannya. Dengan senang hati Nada memaafkan Rasty. Namun Rasty semua itu tidak tulus, ia melakukan itu demi Ricky. Diluar itu, Nada, Bu Rina dan Ricky sangat senang, karena dengan begitu masih ada peluang bagi Nada untuk bersekolah di SMU Tunas Bangsa.
Rasty menangis dirumahnya. Lama kelamaan ia semakin tak tahan dengan hadirnya Nada di sekolah. Mamanya berjani, Jerry akan cepat mengeluarkan Nada dari sekolah, tak hanya Nada, Rina juga akan pergi dari sekolah.
Seusai latihan basket, Ricky dan teman-temannya menuju kamar mandi. Dikamar mandi ia juga sambil bernyanyi dengan beberapa temannya yang lain. Bu Rina berjalan didepan kamar mandi pria. Tak sengaja ia mendengar suara nyanyian yang dilantunkan oleh seorang laki-laki. Namun siapa? Setahunya, tak ada satu pun anak laki-laki disekolah itu yang memounyai suara sebagus itu. Beberapa saat kemudian Ricky keluar dari kamar mandi. Betapa kagetnya Bu Rina setelah mengetahui bahwa Ricky lah yang mempunyai suara sebagus itu. Namun Ricky mengatakan bahwa ia tak hobi nyanyi, ia hanya iseng bernyanyi. Bu Rina begitu menyukai suara Ricky, tak kalah bagus dengan Nada. Beberapa saat kemudian Nada lewat, dan Bu Rina pun memanggilnya. Bu Rina yakin kalau suara Nada dan Ricky jika disatukan akan bagus. Bu Rina ingin mereka berdua nyanyi duet. Nada yang mendengar pun diam-diam merasa senang. Dari kejauhan, Rasty mendengar itu. Rasty terlihat sangat kesal. Rencana macam apa lagi ini. Kemarin, direncanakan masuk ke sekolah ini, sekarang Nada harus diduetkan dengan laki-laki yang ia suka. Namun Ricky menolak jika harus diajak kelas music dengan alasan ia tak bisa nyanyi dengan bagus. Mendengar hal itu Nada pun menjadi lesu. Bu Rina tahu, mungkin Ricky malu jika harus dimasukkan dikelas music, mata pelajaran yang dikenal cupu di sekolah. Menurut Bu Rina, justru Ricky harus buktikan, kalau Ricky masuk di kelas music, ia masih tetap menjadi keren dan anak gaul. Tiba-tiba Rasty datang menghampiri dan memaksa Ricky untuk cepat pergi dengannya. Nada kecewa, karena Ricky masih belum member keputusan untuk ikut kelas music atau tidak.
Rasty mengajak Ricky ke sebuah restaurant yang terlihat mewah dan romantic. Beberapa saat kemudian, pelayan datang dengan membawa sebuah kue. Ternyata hari itu adalah setahun hubungan Rasty dan Ricky berjalan. Dimana satu yang lalu Rasty pernah menyatakan cintanya pada Ricky dijam dan tempat yang sama. Rasty meminta maaf atas semua hal yang Rasty lakukan pada Nada. Itu semua bukan karena ia jahat, Rasty hanya tak ingin kehilangan Ricky.
Pak Burhan, pelatih basket yang diketahui ternyata naksir dengan Bu Rina. Bu Rina memanfaatkan moment ini. Bu Rina mengatakan bahwa ada satu anak didik dari Pak Burhan yang mempunyai suara bagus, yaitu Ricky. Bu Rina meminta agar Pak Burhan mau membujuk Ricky agar mau masuk di kelas music. Dengan senang hati, Pak Burhan akan melakukannya untuk Bu Rina. Tanpa mereka sadari, Bu Susan telah mengintip pembicaraan mereka.
Saat Ricky tengah bersama teman-temannya, Ricky sempat melamun dan kembali teringat dengan tawaran Bu Rina untuk mengajaknya masuk kelas music. Namun beberapa saat kemudian, teman-teman Ricky pun mengejeknya karena sekarang ada anak basket yang akan masuk kelas music. Mata pelajaran yang dikenal cupu.
Bu Susan berbicara dengan Pak Burhan. Bu Susan juga tahu bahwa Pak Burhan menyukainya. Bu Susan mencoba untuk menggoda Pak Burhan. Ia pun mengatakan bahwa jangan sampai basket menjadi lemah hanya karena semua murid menjadi kabur ke kelas music.
Ricky akhirnya menerima tawaran Bu Rina untuk masuk ke kelas music. Pertama ia masuk, Ricky langsung diduetkan dengan Nada. Mereka menyanyikan lagu Gejolak Cinta. Sebuah penampilan yang begitu bagus yang membuat Bu Rina sangat suka pasangan duet Ricky dan Nada. bu Rina yakin, kalau penampilan mereka seperti ini terus, saat perlombaan nanti, pasti sekolah mereka akan menang.
Jerry berbicara dengan Pak Rajasa. Ia menginginkan Pak Rajasa tak memberi Nada beasiswa dan tak mengijinkan Nada masuk SMU Tunas Bangsa. Namun, Pak Rajasa menolak, karena baginya Nada anak yang berbakat dan Nada pasti akan berprestasi disekolah. Jerry mengancam Pak Rajasa. Seperti yang Pak Rajasa tahu, Jerry adalah adik ipar dari Pak Faris, pemilik sekolah, pasti dengan mudah Jerry bisa menyingkirkan Pak Rajasa.
Setelah melihat penampilan Nada dan Ricky, Bu Rina bertemu dengan Bu Susan. Bu Rina mungkin bisa senang dengan duet Nada dan Ricky dan bisa yakin mereka akan menang di perlombaan nanti, namun bagaimana jika ternyata keputusan kepala sekolah berbeda. Tempat Nada itu bukan di sekolah itu, tapi diwarung. Apa maksudnya?

*Bersambung*
Sinopsis by: http://welovemikha.co.cc/

Nada Cinta (Episode 2)

Episode sebelumnya…

Daripada Nada tak diizinkan untuk bernyanyi oleh Bang Teguh, Nada lebih memilih untuk pergi. Disaat itu pula, Ricky dan Bu Rina tengah berjalan menuju warung untuk bisa mendengar suara Nada. Nada yang akan naik ke bus sempat melihat Ricky dan Bu Rina, namun ia tak menghiraukan dan tetap naik bus dan pergi.
Ricky dan Bu Rina pun sampai di warung Nada, namun Bang Teguh mengatakan bahwa Nada telah pergi. Bu Rina dan Ricky menyayangkan, karena mereka datang untuk mendengar suara Nada. Jadi selama ini prasangka Bang Teguh salah yang mengira kalau Nada suka menyanyi di sekolah hanya mengganggu saja, namun kenyataannya justru Nada yang pintar menyanyi sangat dibutuhkan. Tapi Bang Teguh berjanji akan mencari Nada sampai ketemu.

Nada terus berjalan tanpa ia tahu tujuannya. Yang ia tahu hanya satu, mencari sang Ibu yang sejak ia lahir tak pernah ia lihat. Hingga malam, Nada masih terus berjalan. Sampai suatu ketika hujan turun deras, Nada pun berteduh disebuah tempat yang tak disangka ditempat tersebut banyak preman preman yang tengah berjudi dan mabuk-mabukkan. Nada pun digoda oleh pria-pria itu. Dengan wajah ketakutan, Nada pun berlari menghindari preman-preman itu. Tak disengaja, Ricky yang tengah mengendarai mobilnya melihat Nada yang sedang berlari dan dikejar beberapa pria. Ricky pun turun dari mobilnya dan segera mengejar Nada untuk menolongnya.
Nada mengumpat disebuah lorong, awalnya Nada aman, namun tanpa sengaja Nada menendang beberapa botol yang membuat suara botol itu terdengar oleh preman-preman itu. Tanpa sempat menghindar, Nada pun langsung ditangkap oleh pria-pria itu. Beruntung Ricky cepat datang dan menyelamatkan Nada.

Dirumah Rina…

Ibunda Rina menghampiri Rina yang tengah memandangi foto anaknya yang 15 tahun yang lalu hilang. Ibu Rina merasa, sekarang sudah saatnya Rina mencari seorang pendamping, Rina tidak bisa terus-menerus meratapi masa lalunya. Sekarang mungkin Rina masih punya Ibunya, tapi tidak ada yang bisa apa yang terjadi dihari esok. Saat Rina dan Ibunya tengah mengobrol, tiba-tiba ada suara biola yang mengganggu Rina. Erwin, dialah lelaki yang suka sekali bermain biola, entah lagu dan nada yang ia mainkan, tapi ia menikmati setiap gesekan nada pada biola yang ia mainkan. Namun, tidak dengan Rina, ia benci sekali dengan suara biola yang Erwin mainkan.

Ricky membawa Nada kerumahnya. Rumah yang besar dan megah. Nada takjub melihatnya. Ia bingung mengapa Ricky membawa dirinya kerumahnya. Ricky tak bisa membiarkan gadis seperti Nada berkeliaran dijalanan, jadi dia bawa kerumahnya. Ricky tahu Nada tak mempunyai orang tua, tapi itu juga yang dialami Ricky, ia juga tak mempunyai orangtua. Tapi Ricky masih punya Ka Rianti dan suaminya, Ka Arga. Dirumah Ka Rianti dan Ka Arga lah ia tinggal. Nada tak perlu takut, karena mereka itu baik. Yang dibilang Ricky benar, Nada disambut dengan baik di keluarga Ricky. Keluarnga mereka terlihat menyenangkan.
Didalam kamar…

Nada melihat foto yang terpampang diatas meja. Foto bahagia Ricky bersama Ka Rianti dan Ka Arga. Nada sedih melihatnya. Ingin rasanya Nada memiliki sebuah keluarga. Bisa bahagia seperti mereka-mereka. Beberapa saat kemudian Ricky datang. Sejak kemarin, baru kali ini mereka berkenalan. Ricky pun mulai bercerita tentang Bu Rina yang ingin mendengar suara Nada. Siapa tahu, kalau Bu Rina menyukai suara Nada, nantinya Nada bisa sekolah. Mendengar hal itu, Nada biasa saja, karena ia datang bukan untuk bersekolah, tapi untuk bertemu Ibunya. Ricky tahu, tapi Ricky mencoba untuk meyakinkan Nada untuk melakukan yang terbaik. Suatu saat nanti, pasti Nada akan bertemu Ibunya. Mungkin sekarang Nada belum bertemu ataupun melihat Ibunya, tapi Nada harus yakin, Ibunya akan selalu ada didekatnya.

Esoknya…

Nada datang ke SMU Tunas Bangsa bersama Ricky. Bang Teguh yang melihat pun merasa bahagia. Sungguh berbeda dengan tingkahnya sebelumnya yang sangat kasar pada Nada. Setelah itu, Nada menemui Bu Rina ditemani Bang Teguh. Sedangkan Ricky menemui Rasty yang tengah latihan cheers. Ricky terlihat bahagia dan bercerita bahwa ia telah menemukan Nada, dan sekarang Nada akan bernyanyi didepan Bu Rina. Rasty terlihat tak suka mendengar kabar itu. Rasty pun memutuskan untuk melihat penampilan Nada bernyanyi, dengan alasan penasaran dengan suara Nada. Nada pun bernyanyi dihadapan Bu Rina, Bang Teguh, Ricky, Rasty dan teman-teman yang lain. Dengan menyanyikan lagu, “Baru Aku Tahu, Cinta itu Apa” mampu membuat Bu Rina takjub dengan keindahan suara Nada. Ricky yang melihat pun ikut senang. Semua senang dengan penampilan Nada, namun tidak dengan Rasty. Rasty pun pergi. Ia terlihat kesal, karena dengan munculnya Nada, tentu akan membuat popularitas dirinya sebagai satu-satunya siswi yang pintar bernyanyi akan tersingkir. Tanpa mereka sadari, Bu Susan tengah menguping pembicaraan Rasty, dkk. Bu Susan tentu tak akan membiarkan mata pelajaran (basket) yang ia ajarkan menjadi tesisih karena keunggulan mata pelajaran music.

Bu Rina melaporkan tentang dirinya yang telah menemukan anak yang pintar bernyanyi pada Pak Rajasa. Bu Rina memohon agar Nada bisa diberi beasiswa untuk bersekolah di SMU Tunas Bangsa karena kehebatannya dalam bernyanyi. Namun Bu Susan tak menyetujui usul Bu Rina, karena baginya Nada adalah anak jalanan yang tak jelas asal usulnya. Sedangkan SMU Tunas Bangsa adalah sekolah yang terkenal elite dan memiliki siswa/siswi yang asal usulnya jelas. Bu Rina tahu Nada memang hanya anak yang berasal dari anak panti asuhan, tapi seharusnya dengan bakat Nada dalam menyanyi, Nada bisa mendapat beasiswa, dengan begitu sekolah akan mendapatkan prestasi dibidang music. Dengan alasan apapun yang diajukan Bu Rina, Bu Susan tetap tidak setuju. Daripada berdebat, akhirnya Bu Rina memutuskan untuk membawa Bu Susan dan Pak Rajasa menuju ruang music agar melihat talenta yang dimiliki oleh Nada dalam bernyanyi.
Diruang music…

Pertama bertemu Nada, kesan Bu Susan menganggap Nada sebagai anak kampong. Dia tidak yakin Nada tidak akan bisa masuk SMU tersebut. Mendengar cacian demi cacian yang dilontarkan oleh Bu Susan sangat membuat Nada menjadi terpuruk dan down. Bu Rina pun terus mensupport Nada. Ia tahu, akan banyak orang yang menjatuhkan Nada, tapi Nada harus ingat, dia datang ke Jakarta untuk bertemu Ibunya, ingat bahwa dengan menyanyi, pasti Nada akan bertemu Ibunya. “Anggap didepan tak ada orang satu pun. Tutup mata, dan bernyanyilah…” kata Bu Rina. Dengan support yang diberikan Bu Rina mampu membuat Nada yakin. Ia pun bernyanyi. Sekali lagi, dengan lagu “Baru Aku Tahu, Cinta itu Apa” mampu membuat Pak Rajasa terpukau. Bu Rina yang berada disamping Nada, begitu serius memandang wajah Nada. Entah mengapa ia kembali teringat dengan anaknya yang hilang saat bayi. Rasa itu datang tiba-tiba saat melihat dan mendengar Nada bernyanyi. Pak Rajasa pun mengungkapkan kekagumannya pada suara Nada, oleh karena itu ia akan mempertimbangkan untuk memberikan beasiswa untuk Nada bersekolah. Bu Rina dan Nada sangat bahagia mendengarnya, namun tidak dengan Bu Susan.

Ditempat lain, sekali lagi Bu Susan menjatuhkan nama Nada disaat Bu Rina sangat yakin bahwa Nada akan masuk seleksi di SMU Tunas Bangsa. Bagi Bu Susan, pengurus yayasan tak akan sembarangan menyeleksi siswa dan siswi yang akan masuk SMU Tunas Bangsa. Bu Rina tetap yakin Nada akan masuk, dan dia akan terus mengasah bakat Nada dan Nada pasti akan berprestasi di sekolah.

Nada berjalan untuk mencari Bu Rina, namun dia bertemu dengan Rasty, dkk. Didepan Nada, mereka terlihat baik dan memuji bakat menyanyi yang dimiliki Nada. Lalu, Rasty mengajak Nada ke suatu tempat. Nada dibawa Rasty didepan teman-temannya. Didepan mereka, Nada dipermalukan sebagai anak penjaga warung yang akan masuk sebagai sekolah elite dan dianggap sebagai harapan sekolah. Salah satu teman rasty pun lebih mempermalukan Nada dengan cara menempelkan kertas bertuliskan “In” dikening Nada, yang berarti saat Nada sekolah akan bertanda “in”, sedangkan saat menjaga warung dikeningnya akan bertuliskan “out”. Salah satu teman Nada yang melihat Nada dipermalukan seperti itu pun menjadi geram, namun Nada menenangkannya. Ia hanya bisa membiarkan mereka terus mengejek dan mengejek, memang kenyataannya Nada hanyalah seorang penjaga warung. Nada pun pergi.

Beberapa saat kemudian Nada kembali datang untuk membawa beberapa pesanan teh botol untuk Rasty, dkk. Setelah itu Nada pun pergi, namun saat Nada sedang berjalan, tiba-tiba Rasty melemparkan sebuah uang kertas tepat dibawah kaki Nada. Nada tahu dia hanya orang miskin yang butuh uang, tapi ia tak bisa menerima uang yang dilempar.

Diruang music, Nada seding berbincang dengan Nada tentang masa lalunya. Ternyata sampai sekarang, belum sekalipun Nada melihat orangtuanya, terutama Ibunya. Mata memang belum saling memandang, namun hati Nada bisa merasa, Ibunya pasti masih ada. Bu Rina akan terus support Nada dan membantu Nada hingga Nada sampai masuk di SMU Tunas Bangsa.

Nada keluar dari ruang music, lalu ia melihat beberapa piala terpajang dimeja. Nada senang sekali melihat sebuah piala yang didapat dari lomba music. Beberapa saat kemudian Ricky menghampiri Nada. Nada pun menyampaikan kabar bahagia pada Ricky kalau sambil Nada menunggu keputusan dari sekolah, Nada bisa belajar music. Ricky pun bahagia dan mereka pun bersalaman, dari kejauhan Rasty melihat dan tak suka dengan pemandangan itu. Rasty akan membuat Nada pergi dari sekolah itu.

Dirumah, Rasty menceritakan soal Nada pada Mamanya. Nada yang membuat cowok yang ia suka menjauh. Rasty menginginkan Nada tidak masuk seleksi SMU Tunas Bangsa. Mama Rasty pun menjamin Nada tidak akan masuk seleksi, karena Papanya adalah komisaris di sekolah.

Mama Rasty pun menceritakan masalah Rasty pada suaminya, Faris. Papa Rasty hanya mengingatkan agar Rasty tak bermain cinta untuk saat sekarang, karena cinta hanya akan membuat kita terluka. Karena itulah yang dirasakan Faris karena masa lalunya. Nia sadar, dirinyalah yang membuat suaminya terluka karena telah memisahkan Faris dengan Rina. Ia tahu, Faris tak akan bisa melupakan Rina, mungkin sampai sekarang. Dan sampai kapanpun juga, ia tak akan bisa menerima cinta tulus dari Faris.

Malam itu, kembali Rina dibuat terganggu dengan suara gesekan biola dari Erwin. Dengan emosi, Rina pun mendatangi rumah Erwin dan memintanya untuk berhenti bermain biola. Namun Erwin masuk rumah dan kembali keluar dengan membawa kapas untuk Rina, karena kalau Rina tak suka dengan music biola, Rina bisa menutup kupingnya dengan kapas. Rasanya Rina sudah lelah jika harus bicara dengan seorang lelaki seperti Erwin.

Rasty sampai disekolah, namun ia malah melihat Ricky tengah berbincang dengan Nada yang semakin lama semakin akrab. Rasty makin tak tahan melihat kedekatan Ricky dengan Nada. Dari jauh pun terlihat Siska yang terus memandangi Rasty yang tengah kesal.

Dikelas, Nada berkenalan dengan Siska yang ternyata anak music. Siska yang merupakan sorang drummer bicara pada Nada untuk tidak terlalu dekat dengan Ricky, karena pacar Ricky itu cemburuan. Rasty itu orang berkuasa disekolah, jadi seperti mereka-mereka yang bukan apa-apa disekolah lebih baik tidak berkelakuan macam-macam.

Bu Rina memenuhi panggilan dari Pak Kepsek. Bu Rina pun berjalan menuju ruang kepsek. Yang ternyata didalam ruangan itu ada Nia dan adiknya, Jerry tengah mengobrol. Nia tak sengaja melihat Rina dari pintu yang terbuat dari kaca itu. Ia pun kembali ingat dengan masa lalu. Nia tak menyangka bahwa Rina ternyata sebagai guru di sekolah itu. Lalu apa yang terjadi jika Rina melihat Jerry? Lelaki yang telah merenggut bayinya? Sedangkan perlahan tapi pasti Rani berjalan memasuki ruang itu…

*Bersambung*
Sinopsis by: http://welovemikha.co.cc/

18/01/11

Nada Cinta Eps. 1

15 tahun yang lalu…

Sebuah kisah cinta antara Faris dan Rina. 2 orang yang menyukai music dan dipertemukan lewat sebuah lagu. Mereka yang saling cinta akhirnya memutuskan untuk menikah. Namun, saat Faris mengatakan hal tersebut pada Ayahnya, ternyata Ayahnya tidak menyetujui keputusan Faris untuk menikahi Rina. Faris teramat mencintai Rina, sehingga dengan atau tanpa persetujuan dari kedua orang tuanya, Faris akan tetap menikahi Rina, meskipun ia juga harus pergi dari rumah dan meninggalkan keluarganya. Mendengar jawaban dari Faris, tiba-tiba Ayahnya terserang penyakit jantung. Berharap tidak ingin sesuatu yang lain terjadi pada Ayahnya, akhirnya Faris mengikuti keinginan Ayahnya untuk menikah dengan wanita lain, yaitu Nia. Dihari saat Nia dan Faris menikah, ditempat lain Rina sedang melahirkan anak dari Faris. Anak yang lahir adalah seorang perempuan (Nada).
Esoknya, adik dari Nia, mengabarkan pada Nia bahwa anak dari Faris telah lahir, dia tidak meninggal. Hal itu cukup membuat Nia kaget, karena sudah pasti dengan kelahiran anak Faris dan Rin akan membuat masalah baru pada keluarganya. Namun adik Nia tidak akan membiarkan semua itu terjadi, dia akan melakukan sesuatu pada anak Rina.
Di suatu malam dengan rintikkan hujan, Rina tengah menggendong Nada, namun dihentikan karena Ibunya yang tengah sakit memanggilnya. Nada pun direbahkan pada tempat tidurnya, disaat itu lah malapetaka terjadi, adik dari Nia dating diam-diam dan membawa Nada pergi. Rina menyadari itu, ia begitu histeris ketika mendapati tempat tidurnya tanpa adanya Nada. Rina mencoba mengejar seseorang yang telah menculik putrinya, namun hasilnya nihil. Malam itu juga Rina mendatangi rumah Faris disaat Faris dan keluarganya sedang pergi menuju luar kota. Ayah Faris yang menemui Rina yang sedang menangis mencari anaknya hanya mengira iti hanya lah sebuah acting agar dirinya mendapatkan harta Faris. Dan disaat itu pula adik Nia membuang Nada didepan sebuah panti asuhan.

15 tahun kemudian…

Nada yang tengah berada disebuah perkebunan depan panti bernyanyi dengan suara merdunya, namun lantunan lagunya terhenti karena kedatangan 2 perempuan yaitu Ratna dan Evi yang tidak menyukai Nada. Dengan kasarnya mereka memperlakukan Nada. Disaat itu, tengah ada acara ulangtahun dip anti, dan Nada diminta untuk menyanyikan lagu ulang tahun. Pada saat itu pula seorang Ibu member sebuah kalung yang indah untuk Nada, namun sayangnya kalung itu tak bertahan lama menjadi milik Nada, karena kalung tersebut direnggut oleh salah satu penghuni panti.
Disaat malam, Nada bercerita dengan salah 1 teman di panti, sudah 15 tahun 3 bulan 22 hari Nada berada dipanti asuhan, namun tak pernah sekalipun orangtuanya datang menjemputnya. Tapi, selama itu di panti, apa orangtua Nada masih ada? Tanya teman Nada. Nada yakin orangtuanya masih ada, terutama Ibu. Entah mengapa ia merasa itu, namun ia yakin. Mungkin saja, Ibunya tak pernah tahu bahwa Nada berada di Panti. Nada yang pintar menyanyi, yakin bahwa bakatnya itu turunan dari orangtuanya. Mungkin saja mereka dulu dipertemukan lewat music. Nada sudah merasa dewasa, dia tak mungkin selamanya berada di panti dan mungkin ini sudah saatnya ia mencari Ibunya. Disaat yang sama, Rina juga tengah memikirkan anaknya yang hilang 15 tahun yang lalu. Meskipun kejadian itu sudah terjadi pada waktu yang lama, namun anaknya tidak akan mungkin bisa ia lupakan.

Pagi telah datang, Nada bangun dari tidurnya dan melihat kearah luar lewat jendela. Ia melihat sebuah mobil box didepan panti. Mungkin inilah saatnya ia pergi ke Jakarta untuk mendapatkan kehidupan yang baru. Saat Nada sampai di Jakarta, ia begitu takjub dengan keindahan kota Jakarta hingga ia hampir saja ditabrak sebuah mobil, namun beruntung bagi Nada karena diselamatkan oleh seorang Ibu (Rina). Setelah itu Nada berjalan dan bertemu dengan 3 anak laki-laki yang sedang mengamen. Saat itu juga Nada mengajak mereka untuk mengamen bersama. Nada menyanyi dengan indahnya dan membuat beberapa orang begitu menikmati suara Nada. Hasil mengamen saat itu pun sangat banyak berkat Nada. Beberapa saat kemudian sang bos dari anak2 jalanan datang. Dia adalah Bang Teguh. Bang Teguh pun menjadikan Nada sebagai anak buahnya yang juga akan mengamen bersama yang lain.

Berkat suara indah Nada, penghasilan dari mengamen pun menjadi banyak dan bisa digunakan untuk membangun sebuah warung didepan SMU Tunas Bangsa. Baru membuka warung, Nada sudah mendapat beberapa pesanan untuk siswa siswi SMU.

Saat Nada akan mengantarkan beberapa pesanan teh botol, ia melihat ke sebuah lapangan basket. Dilihatnya seorang cowok ganteng yang tengah bermain basket (Ricky). Disitu, ada juga Rasty yang setia mendukung Ricky. Didalam, saat Nada sedang membawa beberapa teh botol, ia bertabrakan dengan Ricky. Sejenak mereka saling pandang. Dari kejauhan, tampak Rasty yang tak suka dengan pemandangan itu.

Nada mengantarkan teh botol ke sebuah kelas music yang ternyata diajar oleh Bu Rina, seorang yang telah menolong Nada tempo lalu. Bu Rina tengah menerangkan soal lagu. Sebuah lagu tidak akan menjadi indah kalau dimainkan dengan asal-asalan. Lagu itu harus diresapi.

Setelah mengantarkan pesanan, Nada kembali berjalan menuju warungnya. Dijalan ia sambil menyanyikan lagu “Sempurna”. Disaat yang sama, Ricky mendengar dan melihatnya. Ia begitu mengagumi suara Nada. Hal itu langsung ia katakanya pada Nada. Nada pun tersipu malu. Obrolan mereka pun terusik dengan kedatangan Rasty dan perginya Ricky dengan teman-temannya. Secara sengaja, Rasty mendorong Nada hingga ia terjatuh dan terluka pada tangannya. Hal itu Cuma menandakan bahwa Nada tak bisa mendekati Ricky, karena Ricky adalah pria idaman Rasty. Bang Teguh pun mengatakan pada Nada, bahwa Rasty adalah anak dari pemilik SMU Tunas Bangsa. Warung mereka memang dibangun dari hasil Nada bernyanyi, namun daripada warung itu harus dibongkar, lebih baik Nada berhenti bernyanyi! Disaat itu diketahui pula bahwa Ayah dari Rasty adalah Faris.

Hingga malam, Nada masih memikirkan kejadian siang tadi. Nada tidak mungkin bisa berhenti bernyanyi. Bang Teguh datang membawa banyak makanan enak, karena pendapatan hari itu lumayan banyak. Disaat ketiga teman Nada heboh karena jarang-jarang mereka makan enak, Nada masih saja melamun. Salah satu temannya pun menghampiri Nada untuk mengajaknya makan dan tak perlu memikirkan soal tadi siang. Nada mengatakan, ia datang ke Jakarta bukan untuk makan, tapi untuk bertemu Ibunya. Dan sampai kapanpun, ia akan terus bernyanyi.

Esoknya…

Kepala sekolah SMU Tunas Bangsa mengatakan bahwa tak pernah sekalipun kelas music mendapatkan sebuah prestasi, kalau seperti ini terus, kelas music bisa dihapuskan. Kepala sekolah memberikan waktu 30 hari bagi Bu Rina untuk membuat ekskul music mendapat prestasi, karena jika tidak, terpaksa ekskul music harus dihapuskan dan Bu Rina pun berhenti menjadi guru di SMU Tunas Bangsa.

Di depan warung Nada…

Ricky datang untuk membeli the botol, disaat itu ia bertemu dengan Nada. Ricky mengungkapkan ketertarikannya dengan suara Nada. Nada pun tersipu malu dan senang mendengar perkataan Ricky. Ricky pun mengajaknya berkenalan dengan berjabatan tangan, dengan senang hati Nada ingin membalasnya, namun tiba-tiba Bang Teguh datang, Nada pun mengurungkan niatnya berkenalan dengan Ricky.

Di ruang guru, setelah Bu Rina mendapatkan kabar buruk dari Kepala Sekolah, ia pun harus mendengar cacian dari guru-guru di kantor atas profesinya sebagai guru music, sebuah ekskul yang tak menonjol dan dianggap tidak penting karena tak pernah sekalipun mencatat sebuah prestasi. Namun Bu Rina menyatakan bahwa ekskul music juga merupakan ekskul yang penting, karena dari music mereka bisa bermain dengan perasaan dan juga kedisiplinan. Muncullah guru lain (Luna Maya) yang merupakan pengajar ekskul basket. Dia setuju dengan guru lain. Mata pelajaran penting adalah mata pelajaran yang sering mencatat prestasi. Seperti mata pelajaran yang ia ajar, basket. Jadi untuk mata pelajaran yang tidak berpresati lebih baik dihapuskan, begitu pendapatnya.

Bu Rina merasa terpojok dan ia heran, dari sekolah sebesar itu mana mungkin tidak ada satu pun murid yang pintar bernyanyi. Tapi menurut Bu Clara ada, siswi tersebut bernama Rasty, dia mempunyai bakat besar dibidang tarik suara. Bu Rina pun membujuk Rasty untuk mengajaknya di kelas music, sedangkan Rasty sekarang ini ada di team cheers. Dengan ketusnya, Rasty menolak tawaran dari Bu Rina. Baginya, anak-anak di kelas music semuanya itu cupu! Tapi Bu Rina terus membujuknya, dari kelas music itu bakat Rasty akan lebih terasah untuk menjadi seorang penyanyi handal. Sekali lagi Rasty mengatakan penolakannya. Semua orang tahu bahwa pemilik sekolah itu adalah ayahnya, jadi jika hanya untuk menjadi penyanyi ngetop, sekarang pun ia bisa, tak perlu menunggu masuk di kelas music. Tiba-tiba Ricky dan mengatakan, Bu Rina tak perlu repot-repot membujuk Rasty, Karena ia tahu ada anak yang bersuara bagus di sekolah itu. Ricky pun mengajak Bu Rina menemui anak itu.

Di warung, Nada memecahkan sebuah mangkuk. Bang Teguh pun marah besar, karena ia yakin Nada tak konsentrasi bekerja karena terus memikirkan lelaki yang kemarin menemuinya. Nada pun memutuskan untuk pergi saja, karena ia tak akan mungkin bisa berhenti bernyanyi. Beberapa saat kemudian, Nada berpamitan pergi pada Bang Teguh. Disaat yang bersamaan Ricky dan Bu Rina sejak berjalan menuju warung untuk menemui Nada, namun Nada telah pergi…

*bersambung*
Tonton kelanjutan "NADA CINTA" Malam ini jam 7 di INDOSIAR!
Sinopsis by: www.welovemikha.co.cc

01/12/10

Lunatic, Haha Hihi Bareng Luna 2-3 Kali Setahun

Luna-Maya-lunatic47

Luna Maya mendapat kejutan dari ultah dari Lunatic. (Foto-foto: Indra K/BI & dok.Lunatic)

NYESEL deh Lunatic yang enggak datang ke Studio Penta di Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, 15 November silam. Kenapa? Di acara Sensasi Artis, Luna Maya tampil sebagai bintang tamu.

Yap, Luna balik lagi ke layar kaca. Dia kelihatan penuh semangat hari itu. Belasan Lunatic datang untuk memberi support. Mereka berbaur di antara puluhan penonton yang juga kelihatan antusias.

Memasuki usia dua tahun komunitas Lunatic, bersamaan dengan sidang perdana Ariel tanggal 22 November 2010, Lunatic tak pernah berhenti memberi semangat dan support kepada Luna. Sesuai moto mereka: “Lunatic ada karena Luna Maya dan akan selalu ada untuk Luna Maya”.

pendar bahagia terpancar dari mata Ayeng. Dia datang jauh-jauh dari Manado ke Jakarta hanya untuk melihat Luna dari dekat. Tak berapa lama, 13 Lunatic lainnya datang. Di Studio Penta, mereka kompak mengenakan kaos putih bertuliskan “Lunatic”. Tentu saja ada yang mengoordinasi. Namanya Chairani Chairul atau Chai, Ketua Lunatic. Satu per satu anggota Lunatic masuk studio dengan tertib. Begitu yang ditunggu-tunggu menyusul masuk, sontak disambut tepuk tangan, disusul teriakan memanggil-manggil namanya. Break acara, digunakan untuk berinteraksi dengan Luna. Betapa kagetnya Luna, melihat belasan Lunatic di acara itu.

lunatic2

Kumpul bareng sang pujaan.

“Kak Luna senang banget. Dia bilang terima kasih, karena selalu ada. Terus dia tanya, kami dari mana saja. Dia tahu aku mau datang, tapi dia enggak tahu kalau teman-teman yang lain dan jauh-jauh itu mau datang juga. Ada dari Bandung, Manado, Jakarta, dan Bogor. Nah, yang dari Manado itu dari hari Minggu di Jakarta. Dia datang buat support Kak Luna,” cerita Chai semangat. Kak Luna? Itu panggilan kesayangan Lunatic buat Luna.


Ayeng tampak lega setelah bertemu Luna. Dia senang dan bangga bisa melihat Luna tegar. Padahal badai masalah tak henti-henti menerpa. Yang bikin kami geleng-geleng kepala, selesai bertemu Luna, dia melanjutkan perjalanannya ke Bandung untuk memberi support juga kepada Ariel. Berarti pulang ke Manado, bisa punya banyak cerita. Di Manado, menurut Ayeng, penggemar Luna lumayan banyak. “Ya Allah, senangnya enggak terhingga. Sampai enggak bisa tidur semalaman, terbayang terus wajah Kak Luna. Berasa masih mimpi bisa bertemu Luna. Soalnya dia, kan artis besar,” ungkap Ayeng bangga.

LCdateng-ke-dahsyat

Lunatic datang ke acara Dahsyat.

Luna kena masalah, anggota Lunatic malah bertambah
Ini sudah kesekian kali Lunatic mendukung Luna. Hal yang sama juga dilakukan saat Luna mendapat masalah terkait beredarnya video mesum. Tidak ada satu pun Lunatic yang mundur. Lunatic tetap setia. Malah hari demi hari anggota Lunatic bertambah. Entah di Facebook, Twitter, atau blog Lunatic Community. “Aku tahu Luna itu baik. Ketika dia tertimpa kasus seperti ini, kami ikut sedih. Orang banyak yang menghujat, memberi komen negatif lewat Facebook dan Twitter Lunatic,” ungkap Annisa, salah satu koordinator Lunatic yang berdomisili di Bandung.

Anggota Lunatic sudah telanjur sayang dengan Luna. Bukannya tidak peduli atau masa bodoh. “Kalau benar di video itu mereka, ya saya juga enggak mungkin ikut-ikutan. Saya juga mengerti, mana yang salah dan mana enggak,” kata Annisa. Dia mengibaratkan, hubungan persahabatan. Di saat sang sahabat kena musibah, tidak mungkin kita meninggalkan begitu saja. “Sekalipun sahabat kita salah, kita harus tetap merangkul,” tukas dia, kemudian berkata yakin, keran rezeki Luna di dunia hiburan tidak akan berhenti mengalir. “Apalagi dia punya bakat, potensi, dan pekerja keras. Dia juga kuat banget, mau kena badai sekeras apa, tetap tegar.” Hal-hal positif dalam diri Luna inilah yang dijadikan motivasi dan inspirasi.

ultah-LC-yg-ke1

Lunatic memegang semboyan "Lunatic ada karena Luna Maya, dan akan selalu ada untuk Luna Maya."

Subsidi dari Luna
Terbentuk pada 22 November 2008, hingga kini anggota resmi Lunatic mencapai tiga ribu orang yang. tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai luar negeri. Seperti Singapura, Malaysia, dan Brunei. “Awal bertemu itu di blog Kak Luna. Sering ngobrol antarpengunjung blog. Akhirnya, kami sepakat buat bertemu di 7sins, kafe Kak Luna. Enggak sengaja malam itu bertemu Mbak Vita (manajer Luna) dan Kak Luna. Terus kami mengajukan ide buat bikin Lunatic dan mereka setuju. Akhirnya diresmikan deh Lunatic. Enggak ada syukuran khusus kok,” Chai menceritakan cikal bakal terbentuknya Lunatic. Anggota awal Lunatic hanya tujuh orang.

Luna keberatan jika wadah untuk penggemarnya menggunakan kata “lovers” di belakangnya. “Awalnya kami punya beberapa nama. Nah, Kak Luna bilang enggak mau pakai nama lovers. Akhirnya kami pilih Lunatic, terinspirasi kegilaan Kak Luna di Dahsyat dulu, hehehe,” terang Chai. Dari situ Lunatic dan Luna mulai mengakrabkan diri. “Kak Luna yang mempertemukan kami, dan kami sepakat bikin moto ‘Lunatic ada karena Luna Maya dan akan selalu ada untuk Luna Maya’,” tutur Chai. Nonton bareng film Bride Wars, dilanjutkan makan-makan, jadi kegiatan pertama Lunatic dengan Luna. Betapa senangnya Lunatic.

Di sisi lain, mereka jadi melihat seorang figur publik dari kacamata berbeda. Luna dinilai Lunatic sosok artis yang baik, apa adanya, dan yang bikin mereka angkat topi, tidak jaim. “First impression waktu pertama bertemu, ramah banget. Setelah kenal, dia sangat menghargai kami sebagai fans. Perhatian banget. Di blog dia suka menyapa dan menjawab pertanyaan kami,” Chai mengatakan. Apa yang istimewa dari Lunatic? Kekompakan dan kebersamaan, begitu kata Chai. “Enggak ada syarat khusus masuk Lunatic. Yang penting sayang sama Kak Luna dan enggak ada perploncoan. Iuran awalnya 100 ribu rupiah. Buat kas. Kalau kami mau bikin acara kecil-kecilan, pakai uang dari situ. Dapatnya kaus dan ID card,” Chai menjelaskan persyaratan jadi anggota Lunatic.

Tidak jarang Luna mengajak mereka kumpul untuk makan-makan atau sekadar haha hihi. “Kalau kumpul sama teman-teman Lunatic rutin sebulan sekali. Tapi kalau kumpul sama Kak Luna, sekali-kali saja. Setahun 2-3 kali. Sisanya tergantung Kak Luna lagi tampil di mana. Biasanya kami datang. Kak Luna bilang: Senang banget, tapi malu. Aku, kan bukan siapa-siapa, sama saja kayak yang lain,” kata Chai, menirukan ucapan artis asal Bali itu. Saking baiknya, Luna sering memberi subsidi kepada Lunatic. “Dia kasih dalam jumlah besar buat semua. Katanya buat kami makan-makan atau jalan-jalan. Dia enggak tega lihat kami kejar-kejar dia ke sana kemari. Malah pernah kami mau pesankan apartemen buat menginap di Jakarta. Tapi kami tolak.”

Anggota Lunatic kebanyakan cewek, Chai memperkirakan sekitar 75 persen. Mungkin kegiatan Lunatic lebih terpusat di Bandung dan Jakarta. Tapi jangan khawatir dulu buat Lunatic di luar kota. “Pas Kak Luna ada acara di kota tertentu, kami hubungi koordinator di kota itu. Biasanya ada acara kumpul-kumpul sama kak Luna,” beri tahu Chai. Tahu bagusnya Luna, Lunatic tahu pula kurangnya Luna. “Dia itu moody. Kalau lagi bete, enggak bisa disembunyikan. Di depan anak-anak pun jutek,” kata Chai maklum.

Narasumber : Tabloid Bintang Indonesia Edisi 1.018 Tahun XX minggu ke 4 november 2010

30/11/10

Cuplikan Sinetron Nada Cinta

Sinopsis

Faris adalah anak orang kaya raya dan terpandang yang sedang menjalin hubungan dengan Luna, seorang guru musik dari keluarga biasa. Hubungan ini ditentang oleh Tirta, ayahnya. Faris dipisahkan dan dipaksa menikah dengan Nia. Sementara itu Luna ternyata hamil dan melahirkan anak perempuan yang kemudian diculik oleh adik Nia dan dibuang di panti asuhan.

Enam belas tahun kemudian, Nadilla, anak perempuan yang dulu dibuang oleh adik Nia, kini sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik dan sangat mencintai musik. Nadilla selalu dibayang-bayangi keinginan untuk segera bertemu orang tuanya yang entah ada di mana. Nadilla nekat kabur ke Jakarta.

Ketika tiba di Jakarta Nadilla nyaris saja tertabrak mobil tapi berhasil diselamatkan oleh Luna. Sayangnya pertemuan anak dan ibu ini tidak membuat mereka saling dekat.

Nadilla kini bergabung dengan pengamen jalanan. Lalu Nadilla dan teman-temannya membangun sebuah warung di depan sekolah mewah, di mana Luna ternyata mengajar musik di sini.

Nadilla kembali bertemu dengan Luna. Ketertarikan yang sama terhadap musik perlahan-lahan membuat mereka semakin dekat. Sementara itu Ricky, siswa favorit di sekolahan ini, terpesona dengan kemampuan menyanyi Nadilla. Hal ini membuat Rasty, pacar Ricky, menjadi cemburu dan ingin menghancurkan Nadilla. Rasty selalu berusaha menyingkirkan Nadilla.

Kemudian diketahui bahwa Rasty ternyata adalah anak Faris dari Nia. Akankah Rasty dan Nadilla memperebutkan cinta Ricky seperti kedua orang tua mereka dulu? Atau akankah ini membuat Faris kembali kepada Luna??

Cast : Luna Maya , Randi Pangalila , Mikha Tambayong , Dewi Sandra