WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM WELCOME TO LUNATICCOMMUNITY.BLOGSPOT.COM
Image and video hosting by TinyPic

22/11/11

24/07/11

KAMI DARI LUNATIC COMMUNITY MENGUCAPKAN

" SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1432 H "

06/02/11

Nada Cinta (episode 19)


Nada dan Vito berhasil kabur dari jeratan Alex dan teman-temannya. Beberapa saat kemudian Rasty datang menghampiri Alex dan teman-temannya. Mereka pun berniat untuk mengejar Nada dan Vito. Nada dan Vito terus berlari dengan membawa plat nomor milik Alex. Saat mereka berlari, Nada terjatuh dan tak sanggup untuk berlari lagi. Karena Nada menyadari mobil Alex dan Rasty semakin mendekat, Nada pun membuang plastic berisi plat nomor itu ke semak-semak. Lalu Rasty, Alex dan teman-temannya datang dan berhasil menangkap Nada dan Vito. Alex pun berniat menyekap Nada dan Vito disebuah gudang yang ada diruang bawah tanah villanya. Alex akan mengurung Nada sampai hari perlombaan itu tiba dan membuat Nada tak ikut perlombaan nanti. Beberapa saat kemudian, Alex, dkk mmmenyadari bahwa Ricky dan teman-temannya telah datang. Alex dari awal sudah menduga itu semua. Alex pun sudah menyusun rencana untuk Ricky. Sebelumnya, ia menyuruh temannya untuk menyembunyikan mobilnya ketempat lain dan memasukkan mobil Vito ke garansinya.
Alex, Rasty, dkk terlihat tengah bersantai dan bernyanyi. Ricky dan teman-temannya datang menghampiri mereka dan menanyakan soal Nada. Alex mengatakan bahwa ia tak tahu menahu soal Nada. yang ia tahu Nada sekarang sedang dekat dengan temannya yang playboy, Vito. Ricky yakin Alex berbohonh dan tengah menyembunyikan Nada, namun Alex dengan santainya mengatakan bahwa Ricky boleh mencari Nada di villanya. Ricky dan teman-temannya pun mencari Nada di villa Alex. Nada yang menyadari kedatangan Ricky mencoba berteriak sekuat mungkin memanggil Ricky, namun sayangnya Ricky tak mendengar panggilan Nada.
Ricky dan teman-temannya tak menemukan Nada di villa Nada. Namun Bimo melihat sesuatu. Ia melihat mobil yang sepertinya pernah ia lihat, namun ia lupa itu milik siapa. Beberapa saat kemudian Alex datang dan meminta mereka cepat pergi.
Ricky dan teman-temannya berniat untuk kembali. Ricky berfikir mungkin Alex dan teman-temannya benar bahwa Nada tengah pergi dengan Vito. Bimo angkat bicara. Ia ingat bahwa mobil yang ada di garansi tadi adalah milik Vito, berarti Vito juga ada disekitar villa itu. beberapa saat kemudian teman Ricky datang. Ia menemukan sesuatu, yaitu gelang milik Nada. Itu berarti Nada memang sedang disembunyikan oleh Alex dan teman-temannya. Ricky pun punya ide. Didepan Alex, Rasty dan teman-temannya, mereka akan berpura-pura pulang, setelah itu diam-diam mereka akan kembali datang lewat belakang. Semua setuju. Dihadapan Alex, mereka pulang. Alex dan Rasty pun tertawa puas melihat Ricky tertipu.
Sampai larut malam, Nada masih belum juga mengabari Bu Rina dan itu membuatnya cemas, padahal Nada sudah ia berikan sebuah handphone. Akhirnya Bu Rina berniat untuk menelepon Nada. Disaat yang sama, Ricky, dkk telah tiba dipintu belakang villa. Lalu mereka mendengar nada handphone yang bordering, namun bukan suara handphone mereka. Suara itu bersumber dari semak-emak dimana Nada melemparkan plastic berisi plat nomor yang juga berisi handphone Bu Rina. Beberapa saat handphone itu mati. Ini makin membuat Bu Rina cemas. Ia pun mencoba untuk menghubungi Bimo. Saat ditelepon, Bimo malah mematikan handphonenya. Lalu Ricky, dkk naik keatas tembok. Karena beban badan Bimo yang berat, ia tak bisa naik seperti yang lain dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, Ricky meminta dipinjamkan handphone milik Bimo karena handphone nya ia tinggal di mobil Alex tanpa alasan yang jelas. Setelah memberikan handphonenya, Bimo pun pergi. Dijalan, Bimo mencari tumpangan untuk pulang. Tapi malang nasibnya, ia justru bertemu dengan Bu Susan. Dengan wajah seram, Bu Susan memandang Bimo dan menanyakan apa yang ia lakukan di villa itu.
Ricky dan teman-teman yang berhasil manjat akan masuk, tapi gagal, karena tiba-tiba Bu Susan datang dan menyuruh mereka untuk turun. Semua turun, kecuali Ricky karena ia bukan menjadi siswa SMU Tunas lagi. Bu Susan pun marah besar dengan yang dilakukan teman-teman Ricky dan akan membawa mereka ke sekolah untuk dibuatkan surat panggilan untuk orangtua mereka. Setelah itu, Ricky menelepon Bu Rina dan menceritakan semua. Bu Rina pun berniat ke sekolah untuk menolong teman-teman Ricky dari Bu Susan.
Nia bingung melihat Fariz yang sudah malam pergi tanpa ia tahu Fariz akan pergi kemana. Nia pun mulai takut kalau Fariz akan pergi ke rumah Erwin. Dugaan Nia benar, Fariz kerumah Erwin. Fariz pun mengatakan kepuasannya dengan hasil rekaman dari Erwin dan temannya. Ia begitu suka dan penasaran dengan pengisi suara itu dan berniat untuk bertemu teman Erwin. Dengan senang hati Erwin akan mengantarkannya. Saat Fariz dan Erwin mengetuk pintu rumah Rina, yang muncul justru Bu Tanti. Bu Tanti mengatakan bahwa Rina sedang pergi. Fariz terlihat kecewa karena beberapa kali gagal untuk bertemu dengan Erwin. Namun Erwin berjanji besok akan membawa temannya untuk bertemu dengan Pak Fariz dikantornya.
Bu Susan marah besar. Ia pun mengancam tak hanya memanggil orang tua mereka ke sekolah, tapi mereka juga akan bernasib sama dengan Ricky, yaitu di drop out dari sekolah. Bimo, dkk pun terkejut mendengar itu. beberapa saat kemudian Bu Rina datang. Dia datang untuk melindungi murid-muridnya. Bu Rina mengatakan bahwa Bu Rina tidak bisa menghukum apalagi mengeluarkan mereka, karena yang mereka lakukan sudah diluar jam sekolah, jadi itu akan menjadi tanggung jawab orangtua mereka. Lalu Bu Rina membawa mereka pergi. Bu Susan geram. Ia segera menelepon Rasty dan meminta Rasty segera pindahkan Nada dari villa.
Rasty terlihat panic ketika tahu kabar bahwa Bu Rina sudah mengetahui Nada disekap olehnya. Alex pun berniat akan memindahkan Nada ke gudang Papanya yang tidak jauh dari villa. Ricky yang sejak tadi menunggu kabar, melihat mobil Alex yang keluar dari villa. Lalu ia segera menelepon Bu Rina yang ketika itu tengah dalam perjalanan menuju villa Alex. Ricky pun menceritakan tentang Alex yang keluar dari villa nya dengan mobil dan feeling Ricky mengatakan Nada ada didalam mobil itu. Ricky pun berniat akan mengikuti mobil Alex yang kebetulan didalamnya sudah ia masukkan handphonenya dan sudah terhubung dengan handphone Bimo yang ada padanya.
Alex dan Nada sampai disebuah tempat yang sepi. Alex pun meninggalkan Nada disebuah gudang yang kotor dan mengunci gudang itu. lalu ia cepat pergi dari tempat itu. Ricky masih dalam perjalanan menuju arah kemana Alex pergi lewat handphonenya yang terhubung dengan mobil Alex.
Awalnya Nada terlihat takut berada di gudang yang gelap dan sepi. Lalu ia menyanyikan sebuah lagu. Beberapa saat kemudian Ricky tiba didepan gudang, namun ia tak menemukan Nada atau pun mobil Alex. Ricky pun memutuskan untuk kembali. Namun beberapa saat kemudian ia mendengar lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Nada. ricky berlari menuju ke sebuah gudang. Dan akhirnya Ricky menemukan Nada. Nada terlihat senang melihat Ricky menemukannya..

Nada Cinta (episode 18)

Episode sebelumnya…
Selesai Nada menyanyikan sebuah lagu dengan piano, tiba-tiba Vito datang dan tepuk tangan dengan permainan Nada dalam bermain piano. Nada pun tersenyum malu. Beberapa saat kemudian tampak Ricky yang datang dari belakang dan melihat Nada tengah bersama seorang laki-laki dan terlihat akrab.
Beberapa saat kemudian Nada pergi dengan Vito. Dijalan, Bimo yang tengah bersama Andre melihat kebersamaan Nada dan Vito. Lalu mereka kerumah Ricky dan mengatakan semuanya pada Ricky. Ricky yang melihat itu pun terlihat biasa saja, karena antara dia dan Nada tidak pernah ada hubungan apa-apa selain teman duet. Bimo pun salah sangka yang mengira Nada dan Ricky ada sesuatu karena tiap mereka bertemu tatapan mereka berbeda. Namun Bimo tetap menggoda Ricky dan mengatakan kalau Ricky pasti kesal. Ricky pun mengatakan kalau ia memang kesal, tapi bukan sakit hati. Ricky kesal karena Nada sudah membohonginya, sedangkan ia adalah orang yang tidak suka dibohongi. Ricky heran kenapa bisa-bisanya Rasty memutuskan hubungan mereka karena mengira antara Ricky dan Nada ada sesuatu. Tapi apapun yang terjadi dengan Nada, Ricky tak akan mengecewakan Bu Rina yang sudah baik sekali padanya. ricky pun mengirimkan pesan singkat pada Bu Rina dan mengatakan bahwa ia akan lakukan yang terbaik demi Bu Rina. Ia janji senin nanti ia akan menyanyi sebagai siswa SMU Tunas.
Rina tengah bersama Bu Tanti. Mereka pun sedikit mengobrol tentang Erwin. Rina mengatakan bahwa Erwin selama ini sudah banyak sekali membantunya. Bu Tanti pun mengatakan bahwa Erwin melakukan itu karena ia punya rasa untuk Rina. Rina diam saja. Bu Tanti pun menanyakan mau sampai kapan Rina sendirian. Rina pun hanya diam dan mengatakan ia tak mungkin bisa jatuh cinta lagi. Bu Tanti pun ingin Rina melupakan masa lalunya, karena sekarang ia hidup untuk masa depan.
Nada berterima kasih sekali atas kebaikan Vito yang mau menolongnya. Ia pasti bisa mengembalikan Ricky kembali ke sekolah. Lalu Vito menanyakan sesuatu, apakah Nada yakin bisa menemukan Ibunya lewat bernyanyi? Nada yakin soal itu, karena ia ia dan Ibunya terhubunga lewat menyanyi. Dan menyanyin itu adalah hal yang ajaib. Saat mereka sedang asyik ngobrol tiba-tiba ban mobil Vito kempes. Beberapa kali Vito mencoba pinjam dongkrak pada mobi-mobil yang lewat, namun tak ada satu pun yang mau meminjamkannya. Dengan santai Nada mengatakan bahwa Vito pakai cara yang salah.

Lalu Nada bernyanyi dan membuat semua orang lewat melihatnya dan dibuat kagum padanya. selesai bernyanyi ada seseorang datang dan memuji suara Nada. Nada pun hanya tersenyum. Lalu Nada mengatakan bahwa ia ingin pinjam dongkrak milik bapak itu dan Bapak itu pu meminjamkannya. Nada pun tesenyum meledek pada Vito.
Ricky kerumah Rasty untuk menyelesaikan masalahnya dengan Rasty. Ricky mengatakan bahwa ia tahu bahwa dibalik semua masalah pencurian piala itu adalah ulah Rasty. Mungkin saat ini Ricky tak punya bukti, tapi ia akan cari dan pasti akan dapat. Ricky meminta Rasty untuk mengakui semuanya sekarang jika tidak ingin nantinya Rasty sendiri yang akan malu. Dengan santai Rasty mengatakan bahwa ia tak peduli soal itu. lalu Rasty pergi dengan Sandra dan Via. Sedangkan Ricky dengan motor milik Bagas mengikuti Rasty, dkk dari belakang.
Vito menelpon Alex dan mengatakan bahwa ia tak mungkin membawa Nada ketempat Alex karena ia tak tega dengan Nada yang lugu. Alex pun menjadi kesal. Ia mengancam akan menyebarkan video Vito yang tengah bermesraan dengan pacarnya jika Vito tak melakukan seperti apa yang dia inginkan. Vito pun menjadi bingung.
Rasty menyadari Ricky mengikutinya sejak tadi. Kalau Ricky terus mengikutinya, Ricky tak mungkin bisa bertemu dengan Alex. Rasty pun akan melakukan sesuatu. Arah mobilnya berputar dan Rasty justru menuju kantor Papanya. Ricky merasa tertipu. Ia yakin Rasty menyadari bahwa ia mengikutinya.
Vito bicara serius dengan Nada. vito minta maaf karena sudah melibatkan Nada. Nada mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah mengetahui semunya. Nada tahu bahwa Vito adalah teman-teman Alex dan Rasty juga. Nada menyadari itu sejak di café ada yang memotret mereka. Nada tidak masalah soal itu karena antara ia dan Ricky tak ada hubungan apapun, jadi foto itu tak akan jadi masalah. Nada hanya ingin Ricky kembali ke sekolah. Nada pun akan terima apapun yang akan Alex lakukan padanya asal Ricky bisa kembali ke sekolah. Vito dibuat terkejut oleh Nada. Dia wanita yang lugu dan sangat baik.
Fariz tengah menyiapkan berkas-berkas untuk meeting besok. Lalu ia melihat CD jingle yang dari Erwin. Lalu Erwin pergi ke suatu ruangan untuk mendengarkan lagunya. Ia sangat suka dengan lagunya danpengisi suara lagu itu. mendengar suara penyanyi itu, Fariz teringat dengan Rina. Saat Fariz tak ditempat, diam-diam Nia mengambil berkas-berkas Fariz dan mengcopy semua isinya. Lalu ia pergi kerumah Gustaf, saingan berat Fariz dalam bisnis. Nia pun memberikan rancangan bisnis milik Fariz pada Gustaf. Gustaf terkejut, mana mungkin seorang istri ingin menghancurkan bisnis suaminya. Tanpa memberikan alasannya, Nia memberikan copy-an itu dan tak ingin Gustaf ikut campur dengan masalahnya.
Ricky tengah bersama teman-temannya.beberapa saat kemudia ka Ryanti datang memberi sebuah amplop yang katanya untuk Ricky. Ricky membuka aplop itu dan ternyata isinya adalah foto-foto Nada yang sedang bersama Vito. Bimo yakin yang melakukan semua itu adalah Rasty. Ricky tak mengerti maksud pengirim itu apa. Yang pasti Ricky tidak peduli soal foton itu karena ia dan Nada tak ada hubungan apapun. Beberapa saat kemudian salah satu teman Ricky dikelas music datang untuk mengambil gitarnya yang tertinggal. Ia kaget melihat foto Nada bersama Vito. Dia pun mengatakan bahwa dia kenal dengan laki-laki difoto itu. dia menjelaskan bahwa orang itu adalah Vito, anak SMU Pembangunan yang juga sahabatnya Alex. Semua kaget mendengar penjelasan teman Ricky. Ia yakin Rasty dan Alex merencanakan sesuatu buruk untuk Nada agar tidak bisa mengikuti kompetisi nanti. Mereka semua pun memutuskan untuk pergi ke villa dimana Alex dan teman-temannya biasa latihan.
Vito dan Nada masuk ke sebuah garansi mobil Alex dan menunjukkan mobil itu. Nada akan memotret dan mengambil plat nomor duplicate itu sedangkan Vito menunggu diluar. Diluar, Alex dan teman-temannya datang. Seperti yang sudah Alex inginkan, Vito sudah datang bersama Nada. lalu Vito meminta hp Alex untuk menghapus semua rekamannya. Setelah Vito menghampus semua rekamannya, Vito membanting hp milik Alex yang membuat Alex marah besar. Lalu Alex dan Vito pun berantem. Saat Alex dan teman-temannya terjatuh, Vito meminta Nada keluar. Saat Nada keluar, teman-teman Alex kembali bangkit dan mengeroyok Vito dan berusaha merebut plat yang ada ditangan Nada. sedangkan Ricky dan teman-temannya masih dalah perjalanan menuju villa Alex.

*Bersambung*

Sinopsis by: http://welovemikha.co.cc/
Tonton kelanjutan "NADA CINTA" Malam ini jam 7 di INDOSIAR!

Nada Cinta (episode 17)

Episode sebelumnya…
Vito menolak untuk memberi kesaksian, karena bagaimanapun juga ia merupakan siswa SMU Pembangunan yang menjadi saingan berat SMU Tunas. Dia tak mungkin jadi pengkhianat. Nada terkejut mendengar itu. Nada pun terus memohon-mohon pada Vito untuk membantu Ricky. Namun Vito tetap tak akan membantunya dan meinta Nada untuk tidak mengganggunya lagi. Nada pun terdiam. Tapi ia tak akan menyerah. 1 langkah lagi untuk membebaskan Ricky dan dia akan lakukan semuanya demi Ricky.
Suatu malam, setelah ketemuan dengan Bu Susan, Fariz menjadi terlihat dingin dihadapan Nia. Nia pun menjadi sedikit panic. Lalu Fariz menelepon Erwin untuk minta maaf karena sore tadi ia tak datang untuk melihat proses rekaman. Erwin pun tak ada masalah soal itu karena jinglenya sudah siap dan jika memang Pak Fariz setuju, temannya itu akan menyanyikan jinglenya lagi untuk iklan berikutnya. Fariz yakin dengan kerja Erwin yang bagus. Ia pun mengatakan bahwa posisi teman Erwin yang menjadi guru music akan aman. Erwin senang mendengarnya, namun tidak dengan Nia yang terlihat kesal dan terlihat takut. Erwin pun berniat untuk banyak ngobrol lagi dengan Erwin dan Fariz memutuskan untuk ketemuan dengan Erwin malam itu juga. Erwin dan Fariz bertemu disebuah halte. Lalu mereka pergi, sedangkan Nia pulang sendirian. nia pun terlihat sangat kesal. Fariz meminta Erwin mengantarkannya untuk bertemu Nada. ia semakin tahu apa yang sudah Rasty lakukan pada Nada, dan ia tak akan membiarka itu terus terjadi.
Dirumah Nada, Erwin pun mengatakan pada Bang Teguh untuk bertemu Nada dan mengajak Nada keluar sebentar dan Bang Teguh pun mengizinkan. Saat Nada dan Erwin menuju mobilnya, Nada begitu terkejut ketika melihat Pak Fariz. Mereka saling pandang cukup lama. Entah mengapa antara mereka seperti ada hubungan bathin. Fariz pun mendadak teringat dengan Rina. Lalu Fariz mengajak Nada menuju rumahnya untuk menemui Rasty. Dirumahnya Fariz meminta Rasty untuk minta maaf pada Nada. Rasty sangat terkejut melihat kedatangan Nada yang disuruh oleh Papanya. Seketika, Rasty pun mengatakan bahwa ia tidak akan minta maaf pada Nada. Nia pun bicara 4 mata dengan Rasty. Ia minta Rasty minta maaf secepatnya pada Nada jika tak ingin Papanya semakin marah. Akhirnya Rasty kembali menemui Nada dan dengan sangat terpaksa ia minta maaf pada Nada. Fariz pun mengatakan semua keputusan ada ditangan Nada, terserah Nada mau memaafkan atau tidak bahkan jika memang harus membalas Fariz tak masalah. Nia angkat bicara, menurutnya apa yang sudah Rasty lakukan sudah cukup. Namun Fariz tak setuju dengan itu, menurutnya yang sudah Rasty lakukan sudah melebihi batas, ia hampir saja menghilangkan nyawa seseorang. Nada yang melihat itu pun menangis. Ia mengatakan bahwa ia memaafkan Rasty dan tiba-tiba Nada pergi. Fariz dan Erwin pun mengejar Nada. Dengan air mata yang mengalir di pelupuk matana, Nada mengatakan bahwa selama ini tak ada yang memperlakukan seistimewa itu padanya seperti Pak Fariz. Pak Fariz sangat baik dimata Nada. Kalau ia punya ayah, Nada ingin Ayahnya seperti Pak Fariz. Erwin dan Fariz yang mendengar menjadi terdiam dan terharu. Nada pun masuk mobil. Sebelum Erwin menyusul Nada, Erwin memberikan kaset hasil rekaman untuk jingle pada Fariz. Fariz begitu tersentuh mendengar kata-kata Nada. Rasanya jika ia melihat Nada seperti ada ikatan yang tak biasa.
Setelah mengantar Nada pulang, Erwin menemui Rina. Ia baru tahu bahwa Rasty lah yang membuat suara Nada hilang saat itu. Rina pun mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah tahu dari Nada, namun Nada melarangnya untuk mengatakan ini pada siapapun untuk menjaga perasaan Papa Rasty. Rina pun membenarkan kata-kata Nada yang mengatakan Papanya Rasty adalah orang yang baik dan bijaksana.Rina dan Erwin hanya bisa berharap Nada cepat menemukan orangtuanya dan Ayahnya memang sebaik Papanya Rasty.
Esoknya…
Sebelum berangkat sekolah Nada kembali kerumah Vito. Vito yang melihat Nada pun menjadi kesal karena Nada sangat mengganggunya. Lalu Vito mengusir Nada dan Vito masuk ke mobilnya untuk pergi menuju sekolah. Beberapa meter dari rumahnya, Nada melihat mobil Vito berhenti. Nada pun tersenyum dan berlari menuju mobil Vito. Namun ternyata Vito berhenti bukan karena berubah fikiran dan mau bicara dengannya, tapi karena ban mobilnya kempes. Kebetulan ada taxi lewat dan Nada pun memanggilkan taxi untuk Vito. Awalnya Vito menolak tawaran taxi dari Nada, tapi berhubungan sudah makin siang dan bisa membuatnya telat menuju sekolah, akhirnya Vito terima. Saat Vito akan pergi, tiba-tiba Nada menghalangi, karena dia kan juga harus ke sekolah, kalau dia harus bayar taxi sendiri tidak mungkin. Akhirnya Nada naik satu taxi dengan Vito.
Dalam perjalanan, Nada minta maaf pada Vito karena sudah mengikutinya terus dan membuatnya terganggu. Tapi dia melakukan itu demi Ricky. Lalu, Nada pun menceritakan semua tentang masalalunya yang datang dari panti asuhan di Bandung dan pergi ke Jakarta untuk bertemu Ibunya sampai ia bisa masuk SMU Tunas karena bernyanyi. Disanalah Nada bisa kenal Ricky. Seseorang yang sudah mengenalkannya pada Bu Rina dan orang yang sudah sangat mensupport Nada untuk bernyanyi, karena Ricky mengatakan kalau Nada terus bernyanyi, suatu saat nanti ia akan bertemu Ibunya lewat bernyanyi. Namun sekarang Ricky dikeluarkan dari sekolah karena difitnah, dan satu-satunya orang yang bisa menolongnya justru tak mau bantu. Kalau Ricky keluar dari sekolah, SMU Tunas tidak mungkin bisa ikut kompetisi nyanyi itu dan itu berarti harapan Nada untuk bertemu Ibunya tertutup. Vito yang mendengar semua penjelasan Nada menjadi terdiam dan terharu. Sepertinya ia akan berfikir ulang soal keputusannya untuk tidak membantu Nada. Taxi sudah berhenti didepan SMU Tunas, namun Vito mengatakan ia enggan untuk turun. Vito pun meminta kesuatu tempat pada supir taxi. Vito mengatakan bahwa ia akan menceritakan semuanya pada Nada. Nada sangat senang mendengar itu.
Bu Rina dipanggil oleh Pak Rajasa. Awalnya Pak Rajasa marah karena ternyata Bu Rina diam-diam mengajar Ricky untuk bernyanyi. Tapi bukan berarti Pak Rajasa minta Bu Rina untuk menghentikan semuanya, Pak Rajasa justru meminta Bu Rina untuk terus lanjutkan. Pak Rajasa semakin percaya bahwa Ricky tak bersalah masalah pencurian piala. Mereka hanya tinggal menunggu bukti. Pak Rajasa pun mengatakan bahwa Bu Susan akan pergi karena ada urusan keluarga selama 4 hari, jadi Pak Rajasa meminta Bu Rina menfaatkan waktu itu untuk latihan menyanyi dengan tenang. Bu Rina sangat senang mendengar jawaban dari Pak Rajasa.
Ricky tengah belajar dirumahnya, lalu ia mendapat telpon dari Bimo. Seperti biasa Bimo akan menjelaskan semua yang sudah dipelajari disekolah untuk belajar Ricky. Bimo pun menanyakan soal Nada pada Ricky, karena hari itu Nada tidak masuk sekolah. Ricky pun bingung karena tak seperti biasanya Nada seperti itu.
Vito mengajak Nada ke suatu café. Vito pun menjelaskan semua tentang Alex yang mempunyai mobil yang sangat mirip dengan mobil Ricky. Lalu ia menduplicate plat mobil milik Ricky. Suatu malamnya, Alex dan Rasty ke sekolah dan mencuri piala itu. setelah itu Alex membunyikan alarm, saat ada security mengejarnya, Alex masuk mobil dan mengira itu adalah Ricky karena mobil yang sama. Alex pun berniat akan membawa Nada untuk melihat mobil itu, tapi ia minta jangan sampai ada satu orangpun tahu tentang Vito yang membongkar masalah ini. Nada pun mengangguk. Dari kejauhan, ada seseorang yang memotret pembicaraan antara Vito dan Nada.
Ricky kerumah Nada untuk bertemu dengan Nada, namun Bang Teguh mengatakan kalau Nada sudah pergi sekolah sejak pagi tadi. Ricky semakin bingung, Nada pergi sejak pagi tapi tidak ke sekolah.
Malam itu, Bu Rina dan anak music yang lain akan latihan. Namun Nada tak seperti biasanya datang telat. Saat Ricky menanyakan kenapa Nada tidak sekolah pagi tadi, Nada menjawab ia banyak pesanan dari Bang Tegu. Ricky pun menyadari bahwa Nada sudah berbohong dan ada yang ia sembunyikan. Latihan pun dimulai. Nada dan Ricky juga anak music yang lain bermain dengn sangat baik. Jika mereka bisa seperti it uterus, Bu Rina yakin mereka akan menang. Latihan selesai dan mereka harus pulang. Saat Bu Rina mengajak Nada pulang bersama, Nada menolak. Nada mengatakan bahwa ia harus ke supermarket. Waktu mau dianter Ricky, Nada nolak. Ricky semakin tidak mengerti apa yang sedang disembunyikan oleh Nada.
Nada sudah menceritakan semuanya pada Bu Rina. Nada pun diantar ke café dengan Bu Rina. Nada juga membawa hp milik Bu Rina untuk memotret semua bukti. Saat di café, sambil menunggu Vito, Nada membantu para pelayan dan ia melihat ke suatu arah ada sebuah alat music piano. Nada pun memainkan piano itu dengan sebuah lagu. Vito yang baru datang begitu terpesona dengan permainan piano dan suara indah Nada. Beberapa saat kemudian Ricky datang untuk mengantarkan Ka Ryanti. Ia melihat Nada yang tengah bermain piano. Ricky pun heran, karena tadi Nada mengatakan ingin ke supermarket, tapi justru ada di café. Selesai Nada menyanyikan sebuah lagu dengan piano, tiba-tiba Vito datang dan tepuk tangan dengan permainan Nada dalam bermain piano. Nada pun tersenyum malu. Beberapa saat kemudian tampak Ricky yang datang dari belakang dan melihat Nada tengah bersama seorang laki-laki dan terlihat akrab.

*Bersambung*
Sinopsis by: http://welovemikha.co.cc/
Tonton kelanjutan "NADA CINTA" Malam ini jam 7 di INDOSIAR!

Nada Cinta (episode 16)

Episode sebelumnya…
Kepala sekolah, Bu Susan, Bu Rina, Nada dan siswa siswi SMU Tunas yang lain menemukan banyak piala sekolah yang hilang ternyata ada di bagasi mobil Ricky. Semua terkejut, terkecuali Rasty yang tersenyum sinis. Pak Rajasa pun memutuskan harus mengeluarkan Ricky Dari SMU Tunas. Ternyata banyak siswa siswi yang tak menerima itu, mereka pun berdemo, begitu juga dengan Nada dan teman dekat Ricky. Nada pun mengungkapkan bahwa Ricky tidak bersalah dan bukan dia yang mencuri piala itu, tapi dirinya. Tapi pengakuan itu tak hanya datang dari Nada, namun dari teman-teman Ricky juga. Nada mengatakan pada Rasty bahwa dia bisa saja mengatakan pada Pak Rajasa kalau Rasty lah yang sudah melakukan semuanya, tapi dia akan melakukan cara tersendiri untuk itu. Nada pun mengingatkan pada Rasty untuk tidak menganggap remeh anak panti karena anak panti itu tidak lemah. Sejak dahulu mereka diajarkan untuk menjadi orang yang tegar dan mandiri.
Bu Rina, Nada, Ricky dan juga anak music yang lain berkumpul dirumah Ricky. Kompetisi akan dimulai 3 hari lagi, sedangkan mereka tidak punya persiapan apapun, apalagi Ricky yang belum tentu bisa ikut menyanyi karena bukan dianggap sebagai siswa SMU Tunas. Namun Bu Rina tetap optimis, waktu 3 hari sudah cukup untuk bisa melakukan apapun. Bu Rina pun membawa kabar bahagia, ia membawa sebuah lagu baru yang merupakan ciptaannya. Nada, Ricky dan yang lain pun sangat senang.
Susan dan Nia tengah bertemu disuatu café. Sampai saat ini Nia masih ingin Susan melakukan segala cara agar Rina cepat pergi dari sekolah itu. saat mereka tengah berbincang, tiba-tiba Susan melihat Fariz dan Erwin juga datang ke café itu, mereka pun segera bersembunyi. Susan mengatakan bahwa sampai sekarang ia bingung mengapa Nia berusaha mati-matian untuk tidak menemukan Fariz dan Rina lagi. Nia menampakkan ekspresi paniknya. Ia tak menjawab pertanyaan Susan, namun ia menjanjikan jika suatu saat nanti Rina pergi dari Jakarta, ia akan menjamin Pak Rajasa akan tersingkir dan akan menggantikannya dengan Susan sebagai kepala sekolah. Susan sangat senang mendengar itu.
Erwin dan Fariz tengah membicarakan soal jingle yang akan digunakan pada produk iklan sikat gigi Fariz. Erwin pun mengatakan bahwa ia sudah mempunyai lagu yang cocok untuk iklan itu. ia pun sudah menyiapkan calon yang akan menyanyikan jingle itu. dia adalah temannya. Dan sore nanti ia akan mengajak temannya itu rekaman disebuah studio music. Fariz senang mendengarnya. Ia pun berencana akan datang saat rekaman berlangsung sore nanti. Susan dan Nia yang sejak tadi menguping pun sangat shock mendengar jawaban Fariz itu.
Bu Rina bersama Nada, Ricky dan yang lain latihan music di studio music dirumah Ricky. Disaat yang sama Alex juga tengah latihan bersama teman-temannya yang juga ditonton oleh Rasty. Tanpa Bu Rina, Ricky dan Nada sadari, lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu yang sama dengan lagu yang dinyanyikan Alex dan kawan-kawan, karena Rasty dengan diam-diam sudah mengambil materi lagu SMU Tunas. Hari itu Bu Rina sangat puas dengan hasil latihan Nada dan Ricky serta anak music yang lain. Ka Ryanti juga memuji suara indah Nada.
Setelah latihan mereka kembali mengobrol dengan sajian cemilan dari Ka Ryanti. Saat semua sudah selesai, mereka pun akan pulang. Sebelumnya Nada membantu Ka Ryanti untuk membereskan gelas-gelas dan piring-piring yang ada. Saat didapur, Ka Ryanti pun mengungkapkan kekaguman suara Nada dan kebahagiaan dia karena Ricky bisa kenal dengan anak seperti Nada. Nada hanya tersipu malu. Ka Ryanti pun mengungkapkan harapannya agar suatu saat nanti bisa terbukti kalau Ricky itu tidak bersalah.
Rina mendapat telpon dari Erwin yang menyanyakan keberadaannya. Saat Rina memberitahu bahwa ia sedang ada dirumah Ricky beserta alamatnya, Erwin cepat-cepat menutup telponnya. Benar-benar membuat Rian bingung. Saat Ricky sedang asyik ngobrol dengan Bu Rina dan teman-temannya, tiba-tiba tak sengaja menabrak Nada yang baru datang dari dapur membawa makanan. Sejenak mereka pun saling pandang. Teman-teman yang melihat itu pun jadi meledek Nada dan Ricky. Mereka ingat, kejadian itu adalah kejadian yang sama waktu Nada dan Ricky pertama kali bertemu. Bu Rina pun hanya senyum-senyum melihat tingkah mereka.
Semua teman-teman Ricky sudah pulang. Bu Rina, Nada, Ricky dan Ka Ryanti pun bersama-sama keluar dari rumah. Saat Bu Rina dan Ka Ryanti sedang ngobrol, Nada berjalan kea rah lain. Dia senang sekali melihat bunga-bunga yang ada di pekarangan rumah Ricky. Ricky mengatakan bahwa bunga-bunga itu ditanam oleh Ka Ryanti. Lalu Ricky menanyakan pada Nada apakah soal Rasty yang ada dibalik semua kejadian hilangnya suara Nada sudah dilaporkan pada Bu Rina apa belum. Nada pun mengatakan bahwa ia belum melaporkan itu dan tak berniat untuk memperpanjang masalah itu. tanpa mereka sadari, Bu Rina mendengar pembicaraan mereka. Dan ia begitu shock saat mengetahui bahwa Rasty lah yang hampir menghilangkan nyawa Nada. bu Rina pun marah besar pada Nada. karena itu masalah serius, Rasty hampir membunuh Nada dan itu masalah criminal. Nada hanya terdiam dan menangis. Bu Rina juga tak akan membiarkan Rasty terlampau lebih jauh karena mentang-mentang ia anak pemilik sekolah itu. bu Rina pun berencana akan melaporkan semua itu pada orangtua Rasty. Namun Nada tidak ingin itu terjadi. Nada mengatakan bahwa ia tidak ingin masalah ini didengar oleh orangtua Rasty. Karena jika Papa Rasty tahu, ia bisa sakit hati, sedangkan Papa Rasty sendiri tidak seperti. Papa Rasty orang yang baik dan dial ah yang sudah menolong Nada untuk masuk di SMU Tunas. Bu Rina pun terdiam. Ia hanya bisa memeluk Nada yang menangis. Ia akan melakukan seperti yang Nada inginkan. Beberapa saat kemudian Erwin datang. Erwin mengatakan bahwa ia dan Rina harus bicara. Nada pun minta izin untuk pulang dan akan diantar oleh Ricky.
Erwin mengungkapkan keinginannya untuk mengajak Rina menyanyikan jingle untuk iklan pasta gigi untuk iklannya dan bosnya itu. Rina pun senang mendengarnya.
Diperjalanan pulang, Ricky mengatakan bahwa ia senang sekali bisa melihat Nada tersenyum terus sejak tadi. Nada pun tersipu malu. Nada juga mengatakan kalau Ricky sangat pintar dalam menyembunyikan perasaannya. Nada tahu, sebenarnya Ricky sedang takut dan sakit hati dengan tuduhan pencuri piala itu. tapi Nada salut Ricky masih bisa tetap tersenyum dan bersikap biasa. Ia yakin, orang seperti Ricky tak akan kalah dan nanti semuanya akan terbongkar. Nada sangat percaya pada Ricky. Ricky yang mendengar kata-kata Nada pun sangat senang sekali.
Rasty melihat teman-teman music Ricky dan Nada yang tengah berada di café. Dengan Pedenya Rasty mengatakan bahwa mereka akan kalah karena tidak punya penyanyi pria untuk lomba menyanyi nanti. Namun dugaan Rastysalah, Siska mengatakan bahwa mereka baru saja latihan menyanyi dirumah Ricky. Rasty pun terkejut. Setelah itu ia menelepon Bu Susan. Ia pun mulai takut Ricky akan kembali ke sekolah, karena kelompok musiknya sudah kembali berlatih, itu berarti mereka sudah punya bukti yang akan mengembalikan Ricky ke sekolah. Bu Susan pun mulai panic.
Sesampainya dirumah, Nada masih teringat dengan kata-kata Ricky tadi, “..kamu harus sering-sering ketawa, karna kalau kamu ketawa akan keliatan makin cantik…”
Fariz berencana untuk pergi ke studio music untuk melihat proses rekaman untuk jingle iklan pasta giginya. Nia yang mendengar pun panic. Lalu ia mengatakan pada Fariz bahwa mereka harus menemui Bu Susan karena Rasty kembali membuat masalah. Fariz mengatakan bahwa ia tidak bisa, dan masalah Rasty masih bisa diwakili oleh Nia. Namun Nia tetap memaksa Fariz untuk pergi menemui guru Rasty karena masalah anak mereka itu lebih penting. Akhirnya Fariz pun mengikuti keinginan Nia.
Nada dan ketiga temannya memberikan hasil masakan mereka pada Bang Teguh, tapi masakannya gosong dan Bang Teguh tidak suka. Akhirnya Bang Teguh menyuruh mereka untuk membeli lauk saja. Nada pun membeli lauk bersama Doddy.
Distudio rekaman, Erwin sangat puas dengan hasil rekaman Rina. Rina pun menanyakan soal teman Erwin yang akan datang. Erwin mengira bahwa temannya mungkin masih diperjalanan, tapi dia pasti akan datang.
Nia bingung karena Fariz memberhentikan mobilnya ke suatu tempat. Fariz mengatakan karena studio music itu searah dengan tujuan, jadi dia ingin mampir terlebih dahulu untuk bisa mendengarkan hasil rekaman Erwin dan temannya itu. Nia mulai takut dan panic. Ia terus memaksa Fariz untuk tidak ke studio music, namun Fariz tetap masuk. Saat didalam studio music, Fariz tak menemukan Erwin ataupun temannya itu. si penjaga mengatakan bahwa Erwin dan temannya sudah pergi. Saat Fariz ingin mendengarkan hasil rekamannya, kasetnya sudah dibawa pulang oleh Erwin. Fariz pun terlihat kecewa.
Fariz dan Nia bertemu dengan Susan untuk membicarakan masalah yang terjadi antara Nada dan Rasty yang sampai sekarang masih belum bisa akur. Fariz pun menyadari bahwa Rasty lah yang salah dan sudah bersikap sangat keterlaluan pada Nada. namun lain halnya dengan Bu Susan, Bu Susan justru mengatakan bahwa dalam masalah itu, Rasty lah yang harus dibela yang sekarang selalu mendapatkan tekanan dari teman-teman Nada dip anti. Fariz menampakkan wajah curiga pada Bu Susan, karena dia terlihat sangat membela Rasty yang jelas-jelas salah. Fariz pun menanyakan pada Bu Susan yang melakukan itu karena Rasty salah satu muridnya atau karena Rasty adalah anak Fariz, pemilik sekolah. Bu Susan pun menjawab ia melakukan itu karena memang tanggung jawabnya sebagai guru Rasty. Pertanyaan itu yang justru menjebak Bu Susan, karena Fariz kembali menanyakan, kalau memang karena masalah tanggung jawab, mengapa saat Rasty menjahili Nada, tak pernah ada pembelaan untuk Nada. bu Susan pun terdiam. Ia mati kutu dihadapan Pak Fariz. Namun ia kembali menyangkal dan mengatakan Rasty mendapat perhatian lebih karena Rasty adalah ketua Cheers. Ketika Pak Fariz menanyakan apakah Bu Susan berhubungan baik dengan Bu Rina yang merupakan guru music Rasty juga, Bu Susan sedikit terkejut dan terlihat gugup, namun dengan santai ia mengatakan bahwa ia behubungan baik dengan semua guru. Fariz pun lega mendengarnya, karena ia tak ingin ada masalah antar guru karena iri atau apapun. Setelah membicarakan semuanya, Fariz pun pergi. Diam-diam ia menelepon seseorang untuk menyelidiki latar belakang Bu Susan.
Ditempat untuk beli lauk, Nada dan Doddy melihat ada keributan disana. Ternyata Nada melihat keributan antara Alex dan Vito, ada Rasty juga. Saat mereka rebut, Vito pun membuka semua rahasia Alex dan Rasty. Vito mengatakan bahwa Rasty selama ini hanya manfaatin Alex agar bisa menghancurkan mantannya, Ricky. Vito pun meminta Rasty dan Alex untuk tidak melakukan cara seperti pengecut kalau memang ingin menghancurkan Ricky. Nada yang mendengar itu semua pun seperti terbuka jalannya untuk membantu Ricky kembali ke sekolah. Saat Vito pergi pun Nada dan Doddy memutuskan untuk mengikuti Vito.
Ka Arga mengajak Ricky bertemu Pak Rajasa untuk menyelesaikan masalah piala itu. Ka Arga pun meminta Pak Rajasa memikirkn kembali soal keputusannya mengeluarkan Ricky dari sekolah. Ada beberapa alasan mengenai itu, Ricky adalah siswa yang berprestasi, baik dalam mata pelajaran ataupun ekskul basketnya, lalu Ricky juga tak punya catatan buruk selama sekolah dan jelas Ricky bukan pencuri dan tidak ada alasan jelas untuk mencuri piala. Mendengar penjelasan itu, Pak Rajasa mengatakan bahwa keputusan tak bisa diganggu gugat, kecuali kalau ada bukti. Ricky pun berjanji akan dapatkan bukti secepatnya.
Nada akhirnya sampai dirumah Vito. Saat Vito turun dari mobilnya, Nada langsung menghampiri Vito. Awalnya Vito bingung ketika melihat Nada karena ia tak mengenalnya. Nada pun mengenalkan dirinya dan mengatakan bahwa tadi ia tak sengaja mendengar keributan antara Vito dan Alex. Nada pun meminta Vito untuk membantunya karena Ricky dituduh mencuri piala. Hanya Vito yang menjadi harapan Nada membebaskan Ricky. Namun Vito menolak untuk memberi kesaksian, karena bagaimanapun juga ia merupakan siswa SMU Pembangunan yang menjadi saingan berat SMU Tunas. Dia tak mungkin jadi pengkhianat. Nada terkejut mendengar itu. Nada pun terus memohon-mohon pada Vito untuk membantu Ricky. Namun Vito tetap tak akan membantunya dan meinta Nada untuk tidak mengganggunya lagi. Nada pun terdiam. Tapi ia tak akan menyerah. 1 langkah lagi untuk membebaskan Ricky dan dia akan lakukan semuanya demi Ricky.

*Bersambung*
Sinopsis by: http://welovemikha.co.cc/
Tonton kelanjutan "NADA CINTA" Malam ini jam 7 di INDOSIAR!

Nada Cinta (episode 14)

Rasty dan Alex berencana melakukan hal burukn pada Ricky. Pada suatu malam, mereka datang menuju SMU Tunas. Diam-diam Rasty masuk keruanhg kepala sekolah dan mengambikl seluruh piala milik sekolah, kecuali piala music yang didapat puluhan tahun yang lalu. Saat Rasty kembali kedalam mobil, tiba-tiba Alex keluar dari mobil dan melakukan sesuatu didalam. Alex membunyikan sebuah alarm dan security yang mendengar pun langsung mengejarnya. Alex pun masuk ke dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya secepat mungkin. Security pun tak bisa menangkap orang yang sudah menyalakan alarm itu, namun ia sempat melihat plat mobil itu yaitu B 121 CKY.
Malam itu, Ricky tengah bersedih soal hubungannya dengan Rasty. Lalu ia menyanyikan sebuah lagu “Hitamku”. Saat itu juga ia melihat foto Rasty yang ia bakar. Namun ia tak tega melihatnya dan mengambil foto itu lagi. Ia sadar bahwa ia masih mencintai Rasty. Ia pun menyadari kalau yang Rasty lakukan selama ini adalah hanya untuk merebut perhatiannya. Ricky pun berencana akan minta maaf dan baikan dengan Rasty besok.
Esoknya security melamporkan kejadiam malam itu pada Bu Susan . mereka pun mengatakan bahwa orang yang sudah menyalakan alarm malam-malam adalah Ricky karena mobil orang itu berplat B 121 CKY. Namun Bu Susan tak langsung mempercayainya, karena tidak mungkin Ricky melakukan hal yang tak berguna seperti itu.
Evi tiba-tiba muncul dihadapan Rasty. Nada dan Ricky yang tak sengaja melihat pun mengikuti Rasty. Rasty dan Evi bersembunyi di toilet. Evi pun menjelaskan bahwa ia bersama Ratna dan Neneng kabur dari panti asuhan karena mereka takut ditangkap polisi, dan secara tak langsung nama Rasty juga pasti akan terbawa karena Rasty lah otak dari segala rencana yang hampir membuat Nada meninggal. Rasty pun menjadi panic. Ia berjanji akan memberikan uang sebanyak mungkin pada Evi, namun bukan saat itu. pulang sekolah nanti Rasty akan bertemu dengan Evi, Ratna dan juga Neneng di mall. Setelah itu, Rasty pun keluar dari toilet. Ia begitu terkejut ketika melihat Ricky dan Nada sudah berdiri disana. Mereka pun memasang wajah kesal pada Rasty. Ricky benar-benar tak menyangka Rasty bisa melakukan hal sejahat itu pada Nada. ricky pun mengatakan ia menyesal pernah cinta dengan orang sejahat Rasty. Rasty pun mengancam akan melaporkan Ricky ke Papanya. Rasty pun mengatakan bahwa mereka tak tahu siapa nayah Rasty. Nada pun menjawab bahwa ia tahu siapa ayah Rasty. Dia adalah orang yang baik dan penolong. Tak sepantasnya ia mempunyai anak seperti Rasty. Ricky pun meminta Nada untuk melaporkan Rasty pada polisi, namun Nada tak akan melakukan itu karena ia tak enak dengan Pak Fariz yang sudah baik padanya. sudah ditolong Nada, Rasty bukannya berterimakasih justru memaki Nada. ricky pun sangat kecewa dengan sikap Rasty yang tak tahu terima kasih. ricky bersyukur tidak jadi minta maaf dan akhirnya sekarang bisa lepas dari cewek jahat seperti Rasty.
Beberapa saat Setelah latihan bernyanyi, Ricky dipanggil menuju lapangan basket. Saat dijalan, dengan sengaja Rasty menabrak Ricky hingga mereka sama-sama terjatuh saling pandang. Saat Ricky tengah melamun, diam-diam Rasty mengambil kunci mobil dari tas Ricky. Dari kejauhan Nada melihat itu. setelah itu Ricky kembali menuju lapangan basket. Saat itu juga diam-diam Nada mengikuti Rasty, namun Rasty menyadari itu. ia buru-buru lari. Saat Nada juga berlari, Ia dihadang oleh Bu Susan. Dan Nada juga dimarahi oleh Bu Susan karena sudah lari-larian dan bisa mengganggu murid murid yang lain. Beberapa saat kemudian Bu Rina datang. Bu Susan pun kembali mengungkit asal Nada yang dari sebuah panti asuhan s ehingga tak tahu aturan. Seperti Rasty, Nada juga harus kena hukuman atas kesalahannya. Mau tak mau Bu Rina harus setuju, meskipun ia tahu kesalahan Nada hanya masalah sepele.
Saat itu, diam-diam Rasty menaruh sekarung piala itu ke bagasi mobil Ricky. Setelah itu ia kembali menaruh kunci mobil Ricky ke dalam locker Ricky.
Bu Rina pun bicara dengan Bu Susan untuk tidak membahas panti asuhan dihadapan Nada, karena itu berpengaruh buruk pada perkembangan Nada disekolah. Bu Rina takut nanti Nada bisa menjadi tak nyaman, padahal Nada anak yang berbakat dan punya pengaruh besar untuk kelas music di SMU Tunas. Bu Rina juga tak akan pernah membiarkan Bu Susan menyepelekan Nada. bu Susan pun kembali sok berkuasa dan mengingatkan sekali lagi bahwa ia adalah kepala sekolah. Namun beberapa saat Bu Susan bicara, Pak Rajasa tiba-tiba muncul. Bu Susan pun terkejut dengan kedatangan Pak Rajasa yang begitu cepat dan tiba-tiba, padahal seharusnya Pak Rajasa di Bali selama seminggu. Namun ternyata untuk urusan di Bali Pak Rajasa diwakili oleh pihak wawasan. Suatu ketika Pak Rajsa begitu dikagetkan saat ia melihat kea rah lemari piala, karena semua piala telah hilang dan tertinggal 1 piala saja. Siapa yang melakukan semua itu? bu Susan dan Bu Rina sendiri juga terkejut melihatnya.
Nada menceritakan soal yang tadi dilihatnya saat Rasty diam-diam seperti mengambil sesuatu dari tas Ricky saat Ricky dan Rasty terjatuh. Tadi juga Nada melihat Rasty melakukan sesuatu didepan locker Ricky. Akhirnya Nada dan Ricky menu locker Ricky. Ricky pun menge-check isi lockernya dan ternyata tak ada yang hilang. Ricky mengatakan bahwa mungkin Rasty tadi hanya menjahili Nada agar Nada merasa curiga dengannya. Namun Nada tak yakin dengan kata-kata Ricky itu.